Oleh: Magdalena Paunno, S.SiT, M.PH & Lea M. Janwarin, SKM, M.Kes (Dosen Fak Kesehatan UKIM)

MALUKUnews: Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, guna mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Sasaran Posyandu adalah bayi baru lahir, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan Pasangan Usia Subur (PUS). Pelayanan Posyandu terdiri dari sistim lima langkah atau sistim lima meja yaitu: (1) pendaftaran, (2) penimbangan, (3) pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS), (4) penyuluhan, (5) pelayanan kesehatan.

Apabila kegiatan Posyandu dapat diselenggarakan dengan baik, maka dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai bagian dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.

Kader bukanlah tenaga profesional dalam bidang kesehatan, namun adalah anggota masyarakat yang sukarela membantu dalam pelayanan kesehatan.

Keberlangsungan Posyandu tidak dapat dipisahkan dari peran kader dalam pelaksanaan Posyandu.

Kader adalah ujung tombak dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu. Oleh karena itu, pengetahuan dan ketrampilan kader menjadi sesuatu yang sangat penting dalam pengelolaan Posyandu

Pentingnya Posyandu dan peran kader inilah yang menjadi fokus pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) oleh Tim Dosen Fakultas Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKUM).

Ketua tim yaitu Magdalena Paunno, S.SiT., M.PH, menyatakan bahwa timnya memilih Posyandu Balita Namakoli di Negeri Allang, Kabupaten Maluku Tengah, karena berdasarkan analisis situasi awal dari sisi jumlah kader.

Posyandu Namakoli memiliki 5 kader yang lama bekerjanya bervariasi, karena adanya pergantian kader akibat faktor pindah domisili.

Hal ini berdampak pada perbedaan tingkat pengetahuan antar kader yang juga akan mempengaruhi kualitas pelayanan Posyandu yaitu lima program terpadu dengan implementasi sistim pelayanan lima meja.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, bersama anggota tim dosen di antaranya Lea Mediatrix Y. Janwarin, SKM., M.Kes dan dibantu beberapa mahasiswa, melaksanakan kegiatan PkM di Posyandu Namakoli dalam bentuk refreshing kader dan role play.

Refreshing kader bertujuan untuk penguatan kembali pengetahuan kader tentang Posyandu, fungsi dan peran kader, serta 5 program terpadu, melalui implementasi sistem lima meja.

Sedangkan role play atau bermain peran adalah salah satu cara meningkatkan keterampilan melalui memerankan 5 program terpadu melalui implementasi sistem lima meja.

Pelaksanaan role play dilakukan dengan menggunakan alat peraga untuk pelayanan tiap meja. Selain melaksanakan dua kegiatan tersebut, tim PkM juga memberikan bantuan kepada Posyandu dalam bentuk peralatan penunjang setiap meja pelayanan. (***)