MALUKUnews, Ambon: Menanggapi bencana gempa Maluku yang terjadi sejak 26 September lalu, milenial yang tergabung dalam Salidaritas Pemuda Maluku (SPM) melakukan diskusi dengan Saadiah Uluputty, Anggota DPR RI Fraksi PKS, Selasa (08/10) di ruang kerjanya, kemarin.

Kehadiran SPM sekaligus menawarkan partisipasi Uluputty dalam kegiatan Malam Penggalangan Dana For Maluku.

"Jadi kita datang menghadap ibu untuk silaturahmi sekaligus untuk menyampaikan rencana SPM membuat kegiatan galang dana untuk korban bencana di Maluku," ujar Etus Fasak , Pengurus PP PMKRI seperti dalam rilis yang diterima Malukunews.co, Rabu (09/10). Mantan ketua PMKRI Ambon ini bersama dengan perwakilan dari IMM, HMI, GMKI, GMNI dan Aliansi Mahasiswa Maluku Jabodetabek berencana melaksanakan malam amal pada 18 Oktober 2019.

" Kita harap ibu bisa hadir dalam kegiatan ini. Tokoh-tokoh Maluku yang lain di Jakarta juga akan kita undang," tambahnya. Sementara itu, Qadafi Borut, mantan ketua IMM Cabang Ambon menyatakan kesiapan kegiatan yang akan dipusatkan di area Kopi Join di Gelanggang Olahraga Blubungan, Jakarta.

"Kegiatan sudah kami siapkan dan tinggal koordinasi untuk finalisasi. Akan ada persembahan kesenian dan donasi. Dari pihak Join Kopi juga sangat suport dengan adanya potongan harga dari daftat menunya untuk korban gempa Maluku," ucap Qadafi. Dalam pertemuan itu, Uluputty menyampaikan bahwa terhitung dalam kurun waktu lima puluh tahun terakhir, belum pernah terjadi gempa sedahsyat itu.

Bahwa yang namanya musibah kita tidak tahu kapan datangnya dan akan menimpa siapa dan dimana tempatnya. Musibah bisa terjadi karena Tuhan hendak menguji hambaNya atau hendak menegurNya. Jika musibah yang terjadi karena teguran, maka sebagai manusia kita harus instropeksi, boleh jadi karena banyaknya perilaku dosa yang selama ini berjalan begitu saja. Tentunya sebagai orang beragama kita harus yakini itu. untuk keluar dari trauma atau ketakutan akan bencana tidak semata lari mencari tempat perlindungan, sementara tetap saja mengabaikan kekuasaan Tuhan yang maha melindungi.

Maka mari sama-sama kita saling bergandeng tangan untuk saling membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, baik bantuan fisik berupa memberikan bantuan makanan dan kebutuhan lain, juga membantu pada masalah psikis mereka dengan mengarahkan pikiran dan hati mereka pada kemahakuasaan Tuhan.

Jika kita percaya bahwa Tuhan kuasa atas segala sesuatu maka percaya bahwa dengan taat padaNya maka Tuhan akan menjauhkan dari bencana, dan itu jauh lebih penting daripada sekedar melarikan diri dari bencana.

Doa adalah kunci seseorang atau masyarakat merasakan dekat dengan Tuhan dan doa juga bisa menjadi sebab dijauhkannya manusia dari bencana. Maka mengajak, mendorong untuk terus berdoa juga sangat penting untuk dihadirkan di tengah-tengah kegelisahan mereka.

Sedikit diskusi juga dengan teman teman agar yabg sudah keluar untuk melanjutkan pendidikan lanjutan, harapan saya ade ade nanti bisa kembali lagi bangun Maluku. (Red)