Oleh: Muhammad Ali Suneth (Pemerhati Sosial)

MALUKUnews: Menurunnya sebuah kualitas SDM, disebabkan beberapa factor. Salah satu factor yang domain ialah pendidikan. Inilah yang terjadi di Maluku saat ini. Padahal di satu sisi, pendidikan merupakan salah satu penyokong dalam meningkatkan kualitas SDM itu sendiri.

Secara historis, kemajuan dan kualitas pendidikan di Maluku sudah muncul sejak zaman Hindia Belanda hingga pasca kemerdekaan Indonesia. Bahkan hingga di tahun 90-an, Maluku masih dapat melahirkan SDM-SDM yang berkualitas. Dibandingkan saat ini, kualitas pendidikan Maluku hanya dapat menduduki peringkat 32 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Didalam upaya untuk memulihkan ini, semua dibutuhkan tanggungjawab dari gubernur sebagai kepala pelaksana pemerintahan ditingkat provinsi sesuai yang diamanatkan didalam konstitusi.

Walaupun dalam upayanya, gubernur telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku, akan tetapi Provinsi Maluku masih sangat ketertinggalan disektor pendidikan. Yakini akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam merealisasikan serta mengimplementasikan program-program dan kebijakan tersebut.

Beberapa program serta kebijakan yang dibuat oleh gubernur untuk menyokong kuallitas SDM, salah satunya berupa beasiswa. Salah satu program beasiswa yang menarik perhatian saya ialah, pemberian beasiswa kepada putra-putri Maluku untuk mengambil teknik geologi dengan bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, dengan dalih mempersiapkan tenaga kerja untuk Blok Masela.

Menurut pandangan saya, program tersebut merupakan salah satu program yang menguntungkan para mafia pendidikan. Sebab, tidak adanya keterbukaan informasi bagi pendaftar calon penerima beasiswa.

Kedua, tidak ada transparansi kuota pembagian jatah di tiap-tiap kabupaten/kota di Maluku. Dan, yang terakhir saya temukan ialah, penerima bantuan beasiswa hampir kebanyakan orang tuanya bekerja di lingkungan OPD Provinsi Maluku. Tentu memiliki keterikatan dengan para birokrasi di lingkungan OPD Maluku itu sendiri.

Dalam meningkatkan serta mempersiapkan kualitas SDM Maluku terhadap Blok Masela, pemprov harus jelih melihat kebutuhan disuatu sektor pertambangan. Bukan hanya teknik geologi saja, akan tetapi membutuhkan teknik lingkungan, eksplorasi dan lainnya. Seharusnya pemprov Maluku juga memberikan beasiswa kepada putra-putri Maluku yang sedang mengambil jurusan pertambangan di luar Maluku selain di Unpad.

Dengan demikian, saya meminta kepada gubernur beserta anggota DPRD Provinsi Maluku agar dapat mengevaluasi serta menginvestigasi pelaksanaan program tersebut, sehingga kedepannya program tersebut dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan kebutuhan daerah. (***)