MALUKUnews: Minum kopi kini sudah menjadi suatu rutinitas hampir setiap orang. Namun, siapa sangka bahwa minum kopi dapat memberikan manfaat kesehatan tersendiri.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa mengonsumsi kopi sebanyak satu sampai empat cangkir sehari dapat menurunkan risiko sindrom metabolik. Benarkah demikian?

Apa itu Sindrom Metabolik?

Sindrom metabolik adalah sekumpulan gejala yang berasal dari resistensi insulin yang disertai dengan tidak normalnya kadar lemak di dalam tubuh. Seseorang dikatakan mengalami sindrom metabolik apabila memiliki tiga dari lima kondisi berikut.

Masuk ke dalam kategori obesitas, yang ditandai dengan lingkar perut ≥ 90 cm untuk pria dan ≥ 80cm untuk wanita.

  • Memiliki kadar trigliserida ≥ 150 mg/dL atau sedang menjalani pengobatan hipertrigliseridemia.
  • Memiliki kadar HDL < 40 mg/dL pada pria dan < 50 mg/dL pada wanita.
  • Memiliki kadar tekanan darah ≥ 130/85 mmHg atau sedang menjalani pengobatan hipertensi.
  • Memiliki kadar gula darah puasa ≥ 100 mg/dL atau sedang menjalani pengobatan hiperglikemia.

Secara medis, diperkirakan 20 sampai 25% orang dewasa di dunia mengalami sindrom metabolik. Seseorang yang mengalami sindrom metabolik akan memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan orang yang sehat.

Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan sindrom metabolik terjadi. Antara lain seperti jarang melakukan aktivitas fisik, merokok, stress jangka panjang, pola makan yang tidak sehat, faktor genetik, serta pertambahan usia.

Meskipun sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, beberapa kesimpulan menyatakan bahwa penyebab utama sindrom metabolik, ya, karena resistensi insulin itu sendiri.

Resistensi insulin sering terjadi pada orang obesitas. Keadaan obesitas menyebabkan meningkatnya reactive oxygen species (ROS) sehingga keseimbangan reaksi reduksi oksidasi dalam sirkulasi darah terganggu.

Akibatnya, enzim antioksidan dalam sirkulasi pun menurun. Tubuh pun tidak dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya.

Lalu, Apa Benar Kopi Bisa Menurunkan Risiko Sindrom Metabolik?

Telah banyak studi yang meneliti bagaimana cara menurunkan risiko sindrom metabolik, salah satunya dengan melihat manfaat minum kopi.

Kopi dianggap dapat menurunkan risiko sindrom metabolik karena mengandung senyawa polifenol, yaitu flavonoid dan asam fenolik. Polifenol berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas di dalam tubuh dan menurunkan reaksi peradangan di dalam sel.

Mengonsumsi kopi 3-5 cangkir kopi dalam sehari dipercaya dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan menghambat pertumbuhan kanker.

Menurut Profesor Kjeld Hermansen dari Aarhus University, selain senyawa polifenol yang terkandung dalam kopi terdapat lagi zat bermanfaat lainnya dari kopi. Minuman yang rasanya pahit ini mengandung kombinasi asam klorogenik, trigonelin, cafestol dan asam kafein yang penting.

Kombinasi senyawa ini dapat menurunkan risiko sindrom metabolik. Tidak lupa juga ditemukan bahwa senyawa cafestol secara khusus dapat membantu meningkatkan kerja insulin dan membantu penggunaan glukosa di dalam otot.

Perlu diingat, bahwa kopi yang baik untuk kesehatan adalah murni bubuk biji kopi, tanpa tambahan gula atau krimer. Hindari juga ngopi sambil merokok, karena ini justru memicu munculnya berbagai macam masalah kesehatan baru.

Meskipun kandungan kopi dapat membantu menurunkan risiko sindrom metabolik dan berbagai penyakit lainnya, namun melakukan gaya hidup sehat juga tidak kalah penting.

Anda bisa menjalani gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat. Hal ini merupakan cara yang tepat untuk menurunkan risiko sindrom metabolik. Jangan sampai Anda hanya mengonsumsi kopi setiap hari namun tidak mengimbanginya dengan pola hidup yang sehat, ya.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memeriksakan diri ke dokter secara rutin setidaknya 6 bulan sekali untuk memantau kesehatan Anda. (OVI/AYU)

Sumber: klikdokter.com