MALUKUnews: bold textSeperti yang disebutkan sebelumnya, masyarakat bandel yang masih memaksa mudik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kasus positif virus corona di Indonesia.

Tapi, tidak hanya pemudik bandel yang bisa meningkatkan risiko kenaikan jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia, tapi orang-orang yang masih memaksa pergi ke rumah tetangga juga jadi salah satu faktornya.

Melansir kumparan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan antisipasi kemungkinan terjadinya penularan virus corona akibat aktivitas masyarakat saat Lebaran harus dilakukan.

Menurutnya, jika Lebaran nanti banyak orang yang keluar rumah dan beramai-ramai berkeliling seperti tahun-tahun sebelumnya, maka penyebaran virus corona bisa kembali seperti di bulan Maret.

Kalau kondisinya sampai seperti di bulan Maret, itu sudah masuk dalam gelombang kedua (second wave).

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan, “Lonjakan bisa terjadi karena pemudik bandel. Mengingat kota-kota besar seperti Jakarta sudah jadi zona merah dan daerah transmisi lokal virus corona. Akibatnya, kalau para pemudik ini balik ke kampung halaman, bisa saja virus corona jadi menyebar luas.”

“Ditambah lagi kalau yang mudik itu sudah berdesakkan di bandara maupun tempat lainnya, seperti terminal dan pelabuhan. Ini bisa semakin meningkatkan risiko penularan. Kalau ada orang yang nekat mudik padahal positif tapi tidak bergejala, ya, ini bisa jadi carrier untuk banyak orang,” tambahnya. (klikdokter.com)