MALUKUnews: Penyakit HIV masih menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi masyarakat Indonesia dan lekat dengan berbagai kabar simpang siur. Salah satunya terkait penularannya. Masih banyak yang meyakini bahwa salah satu cara penularan HIV adalah lewat toilet umum. Benarkah demikian?

Sekilas Tentang HIV

Virus HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Sejak kemunculannya pertama kali pada tahun 1920, kasus infeksi HIV di dunia terus bergerak naik.

Di Indonesia sendiri, per Juni 2019, jumlah penderita HIV tercatat sebanyak lebih dari 340.000 orang.

Cara Penularan HIV

Mekanisme penularan HIV dapat melalui berbagai cara. Tiga di antaranya adalah media penularan tertinggi, yaitu hubungan seksual dengan lawan jenis yang positif HIV, penggunaan obat terlarang melalui jarum suntik, dan hubungan seksual sejenis yang positif HIV.

Saat terinfeksi, virus HIV akan menimbulkan gejala yang bervariasi bergantung pada stadiumnya. Beberapa minggu awal setelah terinfeksi virus tersebut, gejala yang muncul menyerupai gejala flu (flu-like symptoms). Gejala ini menetap selama 1-2 minggu.

Ada pun gejala tersebut antara lain demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, ruam kemerahan di kulit, nyeri sendi. Pada fase ini, hasil pemeriksan di laboratorium belum tentu menunjukkan hasil positif untuk HIV.

Setelah fase awal di atas, orang yang terinfeksi HIV akan mulai merasa lebih sehat. Namun, ini tidak berarti virus HIV hilang dari tubuhnya.

Dalam rentang beberapa tahun hingga sepuluh tahun, infeksi HIV akan terus berjalan dan menginfeksi sel baru dalam tubuh.

Bila tidak diobati dengan tepat, infeksi HIV akan merusak sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan penderitanya sangat mudah mengalami infeksi bakteri, virus, dan jamur.

Lebih jauh lagi, kondisi ini dapat terus memberat saat memasuki tahapan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome.

Pada fase ini, daya tahan tubuh penderita sudah sangat rendah sehingga muncul gejala, seperti penurunan berat badan, diare berkepanjangan, demam terus-menerus tanpa sebab yang jelas, keringat malam, gangguan mulut dan kulit, infeksi berulang, masalah paru.

Saat ini, telah tersedia pengobatan untuk HIV. yaitu dengan mengonsumsi obat golongan antiretroviral yang jenis dan dosisnya harus disesuaikan oleh dokter.

Apakah Penularan HIV Dapat Terjadi Melalui Toilet Umum?

Mengetahui hal tersebut di atas, apakah penularan HIV lewat toilet dapat terjadi? Untuk menjawab hal tersebut, perlu diketahui bahwa HIV disebarkan melalui cairan tubuh yang spesifik, yaitu darah, cairan sperma, cairan vagina dan rektal, serta ASI.

Cairan-cairan tersebut sangat jarang ada pada benda-benda di tempat umum. Kalaupun ada, virus HIV tidak dapat bertahan lama di udara bebas. Dalam hitungan menit, virus sudah tak mampu menular ke orang lain.

Selain itu, untuk menularkannya pun diperlukan jumlah virus yang cukup banyak. Toilet bersih umumnya tidak mengandung jumlah virus sebanyak itu. Itulah sebabnya, penularan lewat toilet umum adalah mitos belaka.

Demikian pula dengan mitos lainnya, seperti berjabat tangan, penggunaan alat makan bersama, gigitan nyamuk, dan berenang di kolam renang umum bukanlah cara penularan HIV.

Saat di luar tubuh, virus HIV akan mati dengan cepat dan tidak dapat menular ke orang lain.

Nah, sudah jelas bukan? Cara penularan HIV yang paling sering adalah melalui hubungan seksual dengan pasangan yang positif HIV dan penggunaan jarum suntik. Penularan HIV lewat toilet umum hanyalah kabar burung yang tidak terbukti kebenarannya. (HNS/AYU)

Sumber: klikdokter.com