MALUKUnews: Anda salah satu penggemar pemanis buatan? Bahan ini banyak digunakan produsen dan penjual makanan atau minuman karena harganya yang lebih murah daripada gula biasa. Selain itu, karena kalorinya yang lebih rendah, orang yang sedang menjalani diet juga kerap mengonsumsinya.

Pemanis buatan juga sering digunakan oleh penderita diabetes mellitus untuk mengontrol keseimbangan gula darah. Namun, dari beberapa kegunaan tersebut, adakah bahaya pemanis buatan bagi kesehatan?

Mengenal Pemanis Buatan

Sebenarnya, ada banyak jenis pemanis buatan. Namun, yang paling umum digunakan pada produk makanan serta minuman adalah aspartam dan sukralosa.

Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika (FDA) telah mengizinkan penggunaan enam jenis pemanis buatan, yakni sakarin, aspartam, sukralosa, neotame, acesulfame-K, dan stevia. Keenam pemanis buatan itu dianggap aman untuk kesehatan, jika dikonsumsi dalam batas wajar yang sudah ditentukan.

Karena mengandung nol atau kalori yang sangat rendah, pemanis buatan diizinkan penggunaannya sebagai pengganti gula dalam beberapa kondisi. Misalnya, untuk membantu menurunkan berat badan, menjaga agar gigi tidak berlubang, serta membantu penderita diabetes mellitus untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil.

Bahaya Pemanis Buatan bagi Kesehatan

Jika dikonsumsi dalam batas aman, sebenarnya pemanis buatan tidak berbahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, tidak jarang masyarakat yang mengkonsumsi pemanis buatan terlalu banyak sehingga berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.

Hal ini pernah diteliti oleh beberapa peneliti. Berikut beberapa bahaya mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan:

1. Membuat Anda Kecanduan Gula

Karena rasanya yang lebih manis dibandingkan gula, orang-orang yang kerap menggunakan pemanis buatan memiliki standar rasa manis yang lebih tinggi. Lidah mereka sudah terbiasa dengan kadar rasa manis yang tinggi.

Hasilnya, mereka tidak dapat lagi mengonsumsi minuman yang tidak manis seperti kopi pahit dan teh tawar. Begitu pula dengan makanan, mereka akan lebih cenderung memilih makanan dengan rasa yang sangat manis.

Ujung-ujungnya, konsumsi gula akan lebih banyak. Kondisi ini tentu dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

2. Dapat Menyebabkan Kanker

Pada 1970, pemanis buatan jenis siklamat diduga menyebabkan kanker sehingga peredarannya ditarik dari pasaran. Tapi tenang, saat ini jenis pemanis siklamat sudah tidak beredar di pasaran.

Namun demikian, Anda perlu hati-hati dalam penggunaan pemanis buatan. Jangan menggunakan pemanis buatan secara berlebihan jika tidak ingin mendapatkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti kanker.

3. Berpotensi Picu Kepanikan

Pada orang yang memiliki gangguan panik, penggunaan pemanis buatan secara berlebih juga dapat memicu kambuhnya serangan panik. Jika serangan panik muncul berulang, pasti akan mengganggu kualitas hidup seseorang.

Bahkan, serangan panik berulang dapat memicu munculnya masalah baru, yaitu depresi. Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan.

4. Berisiko Sebabkan Penyakit Kronis

Penelitian yang dilakukan di Inggris selama 11 tahun menemukan, orang yang mengonsumsi dua kaleng makanan/minuman yang mengandung pemanis buatan berisiko peningkatan beberapa penyakit kronis. Misalnya, penyakit ginjal kronis dan penyakit jantung koroner.

Itulah sebabnya, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan pemanis buatan.

5. Memicu Naiknya Berat Badan

Ironi dengan tujuan awal penggunaan pemanis buatan untuk menurunkan berat badan, ternyata mengonsumsi pemanis buatan berlebih justru dapat meningkatan berat badan. Hal ini didukung oleh sebuah penelitian di San Antonio terhadap lebih dari 5.000 orang.

Hasil penelitian justru menunjukkan bahwa konsumsi pemanis buatan secara rutin dapat meningkatkan berat badan.

6. Memicu Peningkatan Gula Darah

Penelitian mengenai penggunaan pemanis buatan pada penderita diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa beberapa jenis pemanis buatan, seperti aspartame dan sukralosa, tetap dapat memicu peningkatan gula darah.

Itulah mengapa, jika Anda menderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi jenis pemanis buatan aspartame dan sukralosa.

7. Tinggi Zat Kimia

Pemanis buatan diciptakan dari berbagai zat kimia untuk meniru rasa manis alami gula. Walaupun ada pemanis buatan yang bersifat alami, seperti pemanis dari daun stevia atau pemanis gula jagung, banyak juga pemanis buatan yang dibuat dari bahan kimia sintetis.

Dalam jangka panjang, zat kimia sintetis dalam tubuh tentu dapat menimbulkan berbagai dampak buruk jika dikonsumsi berlebihan.

Itulah beberapa bahaya penggunaan pemanis buatan saat dikonsumsi secara berlebihan. Karena itu, bijaklah dalam memilih dan menggunakannya. (HNS)

Sumber: klikdokter.com