MALUKUnews: Dampak yang diberikan pandemi virus corona memang tidak ada habisnya. Belakangan ini, ada jutaan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat pandemi COVID-19.

Tentunya ini bukan masalah sepele. Karena, PHK saat pandemi seperti sekarang dipercaya bisa mengganggu kesehatan mental seseorang. Namun bukan tidak mungkin depresi itu bisa diatasi, asal kita tahu caranya.

Saat Di-PHK, Apa yang Dirasakan?

Rani, wanita berusia 25 tahun yang jadi korban PHK massal di masa pandemi virus corona bersedia membagikan pengalamannya kepada KlikDokter.

“Kaget, shock, lemas, itu yang saya rasakan pas melihat e-mail kantor yang menyatakan saya di-PHK,” tutur Rani.

“Honestly, yang bikin saya semakin terpuruk itu karena awalnya atasan saya yang kena PHK. Saya sudah anggap dia mentor sekaligus sahabat, jadi sedih dan nge-down. Barulah besoknya saya terima e-mail kalau saya juga kena PHK,” ungkapnya.

Namun, berbeda dengan teman-temannya yang lain, Rani merasa bisa dengan cepat ikhlas menerima kenyataan bahwa dirinya jadi korban PHK di masa pandemi.

“Campur aduk, sih, awalnya sedih, lalu bisa ketawa sendiri karena merasa lucu dengan kondisi sekarang. Tapi saya bisa langsung ikhlas, karena memang sudah menimbang-nimbang situasi mana yang lebih baik,” ceritanya.

“Yang bikin sakit hati sebenarnya adalah saya harus melepaskan pekerjaan yang saya suka, jauh dari rekan kerja yang sudah saya anggap keluarga, dan pisah dari klien,” lanjutnya.

Meski bisa ikhlas dengan cepat, tidak dimungkiri bahwa Rani juga sempat mengalami depresi. Ia mengaku sulit tidur, merasa tidak ada tujuan hidup, tidak termotivasi, dan sebagainya.

“Ya, walau saya ngerasa baik-baik saja, I guess I got a mild depression. Secara tidak sadar, saya jadi susah tidur, unmotivated, dan nggak bisa berpikir apapun,” ungkap Rani.

“Bahkan, untuk update CV saja, saya bingung harus mulai dari mana, menulis dari mana. Dampaknya luar biasa, sih,” tutupnya.

Apakah PHK Bisa Picu Depresi?

Kena PHK secara mendadak, baik saat pandemi maupun tidak, memang bisa melibatkan banyak perubahan, terutama dari sisi kesehatan mental dan emosional.

Selain kehilangan penghasilan, seseorang juga mungkin bisa mendapat banyak kerugian akibat PHK. Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, hal-hal seperti inilah yang nantinya bisa mengganggu emosi dan kesehatan mental.

“PHK di luar pandemi pun bisa membuat seseorang jadi depresi. Apalagi bila ia memang hanya mengandalkan penghasilan dari kantor lamanya. Yang semakin memicu timbulnya depresi adalah dalam kondisi pandemi, segala hal jadi tidak pasti. Mencari pekerjaan baru pun tidak semudah ketika tidak ada pandemi,” ujar Ikhsan.

Tidak hanya sulit dalam mencari pekerjaan baru, tapi tekanan dari keluarga maupun kehidupan sosial juga bisa jadi faktor lainnya yang memengaruhi kesehatan mental karyawan yang di-PHK.

Karenanya, tidak heran bila banyak karyawan PHK yang mungkin jadi lebih cepat emosi, stres, sulit tidur, dan sebagainya.

Efek PHK terhadap Kesehatan Mental

“Kehilangan pekerjaan bisa jadi faktor terbesar seseorang mengalami stres hingga depresi. Bahkan, tidak sedikit juga yang mungkin mengalami gangguan kejiwaan. Jika stresnya tidak dikelola dengan baik, maka PHK bisa berdampak pada masalah yang lebih serius terhadap korbannya,” ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, beberapa efek PHK terhadap kesehatan mental seseorang di antaranya:

Rendah Diri

Seseorang yang kena PHK pasti akan jadi rendah diri. Ia bisa menutup diri dari lingkungan bahkan menjauh dari lingkungan sekitarnya.

Hal ini sebenarnya wajar terjadi. Tapi, jika tidak dikelola dengan baik, maka rendah diri bisa jadi pemicu stres.

Emosi Tidak Stabil

Emosi jadi tidak stabil juga bisa jadi dampak kesehatan mental bagi seseorang yang terkena PHK. Menurut Ikhsan, ia bisa jadi sangat sentimentil, emosian, cepat merasa murung, mudah menangis, dan sebagainya.

Bahkan, tidak jarang ada orang yang mungkin jadi menutup diri dari keluarganya sendiri.

Depresi

“Nah, inilah dampak yang paling berbahaya. Ketika rasa sedih, marah, kecewa, stres, dan panik bercampur jadi satu, depresi siap menunggu di depan mata, apalagi bila tidak bisa mengelola rasa stres dengan baik,” ujar Ikhsan. “Parahnya, depresi juga bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri bagi beberapa orang yang sudah merasa tidak sanggup,” lanjutnya.

Cara agar Tetap Positif Meski Kena PHK

Meski rasanya sulit untuk bangkit dari keterpurukan, cobalah untuk tetap positif dan tidak menutup diri dari lingkungan sosial. Bagi Ikhsan, salah satu cara untuk tetap positif meski di-PHK adalah dengan berkomunikasi/bercerita dengan orang terdekat.

“Dengan meluapkan isi hati dengan orang terdekat, Anda bisa merasa lebih lega dan relaks. Pilihlah orang yang memang Anda percaya dan dirasa bisa mendukung Anda dalam kondisi seperti ini,” kata Ikhsan.

Selain itu, salurkan emosi ke arah yang lebih positif seperti olahraga, cari kegiatan yang dapat menenangkan, atau sekadar istirahat di dalam rumah.

Dengan ini, Anda bisa menenangkan hati dan pikiran tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain.

Terakhir, cobalah untuk mengevaluasi diri. Ikhsan mengatakan, “Dengan mengevaluasi diri, Anda jadi tahu apa yang perlu ditingkatkan dan diubah dari dalam diri.

Anda bisa mulai dengan membuat list kelebihan dan kekurangan. Lalu, tonjolkan kekuatan yang dimiliki dan perbaiki kekurangannya saat mencari pekerjaan baru.”

PHK massal memang bisa memberi dampak negatif pada kehidupan. Kendati demikian, Anda harus berusaha mengontrol dan mengelola stres agar tidak merugikan diri sendiri dan orang-orang sekitar.

Jika cara-cara di atas tidak membantu menurunkan kadar stres, maka cobalah minta bantuan tenaga profesional seperti psikolog. Tetap semangat dan jangan pantang menyerah, ya! (FR/AYU)

Sumber: klikdokter.com