MALUKUnews: Sekarang ini, semakin banyak orang yang sadar akan kesehatan. Banyak hal dilakukan untuk hidup sehat. Mulai dari olahraga secara teratur hingga mengonsumsi beberapa makanan sehat yang kini sedang tren. Misalnya, gandum utuh, salad, hingga diet vegetarian.

Usaha-usaha ini diharapkan akan memangkas jumlah kalori dan lemak. Selain itu, bisa juga menghasilkan kualitas kesehatan yang lebih baik.

Namun, di antara makanan yang dianggap “sehat” tersebut, ternyata ada pula makanan yang tidak boleh dikonsumsi setiap hari, lho. Apa saja, sih? Ini beberapa yang disebutkan.

Daging Buatan

Tahukah Anda saat ini banyak orang yang menjalani diet vegetarian ataupun vegan. Alasannya bisa beragam. Misalnya, karena anjuran agama, kesehatan, sosial, budaya, hingga kemanusiaan.

Namun, ada kalanya, para pelaku diet vegetarian dan vegan jenuh dalam mengonsumsi sayur dan buah setiap hari. Mereka pun ingin mencoba menu baru.

Kejenuhan tersebut rupanya diakomodasi oleh para pelaku industri restoran dengan menyajikan menu daging buatan. Misalnya, satai atau rendang. Penampilan, bentuk, tekstur, dan rasanya sangat mirip dengan daging asli.

Namun, sebenarnya makanan tersebut sama sekali tidak mengandung bahan makanan hewani. Karena itu, sebaiknya rendang dan satai buatan tersebut tidak dikonsumsi setiap hari.

Daging buatan ini sudah melalui pemrosesan. Itu artinya, sangat mungkin makanan ini mengandung zat-zat tambahan yang kurang baik bagi kesehatan, terutama bila dikonsumsi terlalu sering.

Energy Bar dan Diet Bar

Energy bar dipromosikan sebagai makanan yang sehat, dengan kandungan gandum utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Misalnya, granola dan oatmeal. Namun, Anda tetap harus hati-hati dalam memilih.

Itu karena ada produk yang justru mengandung tinggi kalori. Meskipun dipromosikan sebagai camilan sehat yang rendah kalori, tetap saja diet bar dan energy bar adalah makanan yang diproses. Tentunya ini tidak baik untuk dikonsumsi setiap hari.

Cereal Instan

mengenyangkan lebih lama, dan mengandung tinggi serat. Selain praktis, sereal instan juga nikmat.

Namun, sebaiknya, Anda tidak mengonsumsi atau memberikan cereal instan kepada anak setiap hari. Penyebabnya, sereal instan ternyata mengandung tinggi gula dan natrium.

Couscous

Jangan salah kaprah, couscous bukan termasuk ke dalam gandum utuh, seperti oatmeal atau quinoa. Couscous sebenarnya termasuk ke dalam pasta, seperti spageti dan fetucini. Hanya saja, bentuknya seperti biji-bijian.

Oleh karena itu, couscous tidak mengandung tinggi serat dan rendah kalori, seperti oatmeal dan quinoa. Makanan ini mirip seperti spageti pada umumnya, yakni sumber karbohidrat. Dalam satu cangkir couscous (157 gram), misalnya, terdapat 36 gram karbohidrat.

Sushi

Siapa yang tidak suka sushi? Makanan asal Jepang ini sangat populer di masyarakat. Selain rasanya yang nikmat, jenis dan isinya pun bervariasi. Orang-orang juga kerap menyalahartikan sushi sebagai makanan sehat.

Namun sebenarnya, sushi dapat mengandung tinggi lemak dan kalori. Misalnya, saat Anda menggunakan banyak saus, seperti mayones; dan memilih jenis sushi yang digoreng.

Rice Milk

Satu susu nabati yang kini marak dikonsumsi adalah susu beras atau rice milk. Minuman ini biasanya dibuat dari beras merah dan disajikan tanpa gula. Meski belum terlalu populer di Indonesia, produk ini sudah mulai dapat ditemukan di berbagai supermarket yang menjual produk impor.

Sayang, kandungan gizi rice milk, seperti protein dan kalsium, lebih rendah dibandingkan susu lainnya. Sebaliknya, susu ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi karena berasal dari beras.

Dibandingkan mengonsumsi rice milk, para ahli menyarankan agar Anda mengonsumsi susu sapi, susu kedelai, atau susu almond yang lebih bergizi.

Minuman Teh Hijau Kemasan

Teh hijau memang dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Teh mengandung antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel tubuh. Selain itu, ada juga kafein dan katekin yang dapat membantu membakar lemak tubuh.

Namun, hati-hati apabila Anda gemar mengonsumsi teh hijau kemasan yang umumnya tinggi gula. Dikhawatirkan, konsumsi yang terlalu sering malah dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Nah, itu dia sederet makanan sehat yang sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari. Pilihlah makanan rendah kalori, gula, lemak, dan makanan alami yang tidak melalui terlalu banyak pemrosesan. Imbangi juga dengan olahraga secara rutin, ya! Intip makanan sehat lainnya melalui aplikasi KlikDokter.HNS/AYU

Sumber: klikdokter.com