MALUKUnews: Anemia adalah kondisi kesehatan yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah. Diagnosis ini ditegakkan melalui pemeriksaan darah rutin dan ditemukan kadar Hb di bawah 14 mg/dL pada pria dewasa, 12 mg/dL pada wanita dewasa, dan 11 mg/dL pada anak-anak di bawah usia 14 tahun.

Hemoglobin itu sendiri merupakan komponen sel darah merah yang tersusun dari protein dan berfungsi mengikat oksigen untuk dipakai di berbagai organ tubuh. Jika seseorang mengalami anemia dan mengalami kadar hemoglobin rendah, maka kebutuhan oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik sehingga fungsi tubuh juga menurun. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riseksdas) tahun 2013, anemia paling sering menyerang anak-anak dan wanita segala usia, khususnya mereka yang sedang hamil. Penyebab dan cara mengatasi anemia Ketika terdiagnosis anemia, dokter biasanya akan mencari penyebab kadar Hb rendah. Tindakan ini diperlukan untuk menentukan cara paling tepat untuk mengatasinya.

Secara garis besar, berikut adalah penyebab anemia beserta cara terbaik untuk mengatasinya:

Kehilangan darah

Ketika tubuh mengeluarkan dan kehilangan banyak darah, komponen penting termasuk hemoglobin akan mengalami penurunan. Keadaan ini meningkatkan risiko terjadinya kurang darah alias anemia.

Penyebab kehilangan darah bisa bermacam-macam. Salah satu contohnya adalah luka pada saluran pencernaan, seperti usus, atau anus, sehingga menyebabkan BAB atau muntah darah.

Selain itu, konsumsi obat-obatan antiradang atau obat antinyeri yang tidak sesuai anjuran juga dapat melukai lambung, sehingga menyebabkan luka dan perdarahan di saluran cerna.

Untuk mengatasi anemia akibat kehilangan darah, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah mendapatkan transfusi darah. Hal ini penting, khususnya jika kadar Hb sudah di bawah 6 mg/dL.

Penurunan produksi sel darah merah

Penurunan jumlah dan fungsi sel darah merah dapat menyebabkan terjadinya anemia. Kondisi ini diakibatkan oleh tubuh yang mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi, vitamin B12 atau asam folat; juga akibat kelainan sumsum tulang dan penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal dan liver.

Pada kasus anemia akibat kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan berusaha memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut setiap hari. Untuk ini, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, yang sebagian menu terdiri dari daging merah, hati, dan bayam. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen sesuai dengan anjuran dokter.

Namun, apabila anemia disebabkan oleh kelainan sumsum tulang, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mendapatkan transplantasi sumsum tulang. Sedangkan untuk anemia akibat penyakit kronik, keadaan ini bisa diatasi dengan mengobati penyakit dan mendapatkan transfusi darah.

Peningkatan penghancuran sel darah merah

Jika sel darah merah di tubuh banyak dihancurkan, maka kandungan hemoglobin di dalamnya juga akan menurun. Kondisi bawaan lahir, seperti anemia sel sabit dan thalassemia adalah beberapa hal yang menjadi dalang terjadinya kondisi tersebut.

Pada kasus ini, anemia bisa dikelola dengan mendapatkan transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Pada dasarnya, cara terbaik untuk mengatasi anemia adalah dengan mengobati penyebab utamanya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami tanda dan gejala anemia, sebaiknya segera berobat ke dokter agar bisa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diketahui penyebab utamanya, dokter dapat menentukan jenis pengobatan yang paling tepat untuk mengatasi anemia yang Anda alami. (NB/ RVS)

Sumber: klikdokter.com