MALUKUnews: Minuman soda memang memberikan sensasi unik di mulut dan menyegarkan, sehingga banyak disukai. Tak heran, kadang dijumpai anak-anak yang penasaran dan ingin mencobanya.

Sekali atau dua kali mungkin tidak apa-apa, namun bagaimana kalau terlalu sering? Hati-hati, Anda perlu mengetahui bahaya minum soda bagi anak.

Dampak Minuman Bersoda bagi Anak

Dr. Miriam Vos, profesor di bidang ilmu kesehatan anak dari Children’s Healthcare of Atlanta, menyampaikan bahwa minuman dengan pemanis merupakan jenis asupan gula tambahan yang utama di kalangan anak-anak. Minuman bersoda adalah salah satunya.

Gula dalam kandungan minuman bersoda sering kali sangat tinggi. Akibatnya, sekalipun berbentuk minuman, beban kalorinya sangat tinggi. Asupan gula yang terlalu banyak perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan berat badan berlebih.

Berat badan berlebih hingga obesitas pada anak-anak berkaitan dengan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, obesitas yang terjadi sejak kecil berkaitan dengan munculnya penyakit kronis di kemudian hari, seperti diabetes. Inilah mengapa, bahaya minum soda bagi anak bisa begitu berat.

Bahaya minuman bersoda untuk anak lainnya terkait dengan konsumsinya yang cenderung berlebihan. Minuman ini cenderung tidak membuat kenyang, sehingga konsumsinya sering kali berjumlah banyak.

Dari penelitian, disebutkan pula bahwa anak dapat makan lebih banyak bila mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan. Hal ini terjadi karena jumlah insulin yang naik secara tiba-tiba, dan juga turun dengan segera, saat tubuh mengonsumsi gula dalam jumlah banyak.

Biasanya efek yang akan ditimbulkan ketika Anda mengonsumsi minuman bersoda adalah perut akan lebih mudah lapar, karena adanya penurunan insulin yang cepat.

Gigi berlubang juga menjadi bahaya minuman bersoda untuk anak. Ketika diminum secara berlebihan, ditambah kurangnya penjagaan higienitas mulut sebelum tidur, tentunya mudah terbentuk lubang pada gigi. Saat gigi berlubang, asupan makan anak akan tidak lancar. Hal ini juga memengaruhi masalah kecukupan gizi untuk anak.

Tips Mencegah Anak dari Kecanduan Minum Soda

Ada satu penelitian yang mempelajari asupan minuman dengan pemanis buatan pada anak perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak yang minum minuman dengan pemanis buatan dalam jumlah banyak sebelum usia 9 tahun, umumnya mengalami masalah peningkatan berat badan berlebih pada usia 13 tahun.

Selain itu, bahaya minuman bersoda lainnya adalah adanya faktor risiko prediabetes dalam tingkat yang lebih tinggi. Artinya, anak bisa mengalami masalah lingkar pinggang yang besar, tekanan darah tinggi, dan kadar HDL (kolesterol 'baik') yang rendah.

Karenanya, penting untuk mengajak anak agar senantiasa menghindari minuman yang manis seperti soda. Maka, demi menghindari bahaya minuman bersoda bagi anak, orang tua di rumah harus mencegah anak dari kecanduan minuman ini. Berikut adalah tips mencegah anak kecanduan minum soda:

Hindari menyuplai minuman soda di rumah. Bila orang tua ingin membeli soda, simpanlah di tempat yang tidak terjangkau oleh anak.

Tegaskan peraturan minum soda di rumah. Misalnya, hanya boleh minum soda di hari khusus saja. Buat pula batasan konsumsi soda, misalnya hanya boleh maksimal 1 botol sekali minum.

Children see, children do. Jadilah panutan yang baik dengan tidak mencontohkan konsumsi minuman soda yang berlebihan. Bila Anda tidak meminum soda di rumah, kecil kemungkinan anak akan kecanduan.

Sering-seringlah berdiskusi dengan anak mengenai bahaya minum soda secara berlebihan.

Pada anak-anak, batas konsumsi gula buatan yang direkomendasikan American Heart Association adalah sekitar 6 sendok teh (atau 1.000 kalori setiap harinya). Gunakanlah takaran ini untuk menjaga asupan gula tambahan bagi buah hati Anda. Agar anak terhindar dari efek minuman bersoda yang berbahaya.

Bila disimpulkan, begitu banyak dampak minuman bersoda bagi anak bila dikonsumsi secara berlebihan. Kecanduan minuman bersoda adalah hal yang harus dihindari, mengingat efek negatifnya bisa dirasakan saat ini serta di masa depan. (FY)

Sumber: klikdokter.com