MALUKUnews: Sebagian pola makan bertujuan mengurangi berat badan. Sebagian lagi bermanfaat bagi kesehatan jantung. Ternyata, ada pula pola makan yang baik buat fungsi otak.

Dalam buku The End of Alzheimer’s Program, Ahli Saraf Dale E Bredesen memaparkan pola makan sehat sekaligus membuat fungsi otak tetap tajam. Sebab makanan berpengaruh pada kesehatan saraf misalnya efek insulin, detoksifikasi dan peradangan sistemtik.

Dilansir dari Prevention.com, pada Ahad (9/8), Bredesen menyebutkan sejumlah makanan yang bisa mengurangi penurunan kualitas kognitif. Selama ini, para peneliti diklaim memang kesulitan menemukan cara bagaimana nutrisi meningkatkan kognisi. Tapi para peneliti terus mengembangkan penelitian guna menjawab masalah itu.

Contohnya, pada 2025 ada penelitian tentang pola makan yang diklaim bisa memudakan usia kognisi sekitar 7,5 tahun. Semula penelitian ini bertujuan mengurangi efek demensia.

"Lemak baik seperti minyak zaitun dan sayur (detoks) adalah komponen yang menyehatkan otak, bisa ditambah ikan tangkapan laut yang rendah merkuri," kata Bredesen.

Penelitian itu menyertakan 900 orang subjek penelitian pria dan wanita berusia 58-98 tahun. Para peneliti menilai pola makan mereka dengan kuesioner dan mengetes fungsi kognififnya.

Berikut ini makanan baik bagi otak anda :

  1. Beri

Peneliti mendapati buah beri dapat meningkatkan kualitas otak karena mengandung antioksidan dan anti peradangan.

  1. Sayuran hijau

Makanan kayak folat dalam sayuran hijai mengurangi resiko Alzheimer.

  1. Kacang

Kacang-kacangan mengandung serat yang berkolerasi positif dengan peningkatan kognisi.

  1. Gandum

Hindari makanan berkarbohidrat simpel seperti nasi putih karena berpengaruh pada sindrom metabolisme yang berujung pada resiko Alzheimer.

  1. Unggas

Daging unggas dianggap lebih sehat daripada jenis daging merah seperti sapi atau kambing. Daging unggas lebih rendah lemak jenuhnya.

  1. Ikan

Berbagai macam ikan laut kaya nutrisi. Salmon disarankan dikonsumsi untuk mengurangi resiko Alzheimer karena mengandung lemak omega-3. (republika.co.id)