MALUKUnews: Makanan adalah salah satu faktor penentu tumbuh kembang anak. Apabila Bunda memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang, tumbuh kembang si kecil dapat optimal.

Sebaliknya, apabila Bunda memberikan makanan yang hanya bersifat mengenyangkan namun tidak bergizi, si kecil lebih berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Bahkan, ada pula beberapa makanan yang membuat anak bodoh, lho!

Asupan Makanan Pengaruhi Kecerdasan Anak

Berdasarkan dr. Atika, makanan memang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kecerdasan otak dan tumbuh kembang anak. Sebab untuk dapat bertumbuh dan berkembang, otak butuh serangkaian gizi.

“Sebaiknya segala jenis gizi bisa didapatkan anak dalam jumlah seimbang, baik itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral,” kata dr. Atika.

Ada pula beberapa asupan gizi yang diduga dapat menurunkan risiko gangguan kognitif ringan pada anak. Beberapa asupan gizi tersebut, misalnya karotenoid, vitamin C dan vitamin B6.

”Kemungkinan karena sifatnya antioksidan. Selain itu, diteliti juga konsumsi asam lemak tidak jenuh rantai tunggal dan kolesterol dalam jumlah yang cukup bisa mencegah gangguan kognitif ringan tersebut,” jelas dr. Atika.

Makanan yang Membuat Anak Bodoh dan Terlambat Berkembang

Lantas, apa saja makanan yang membuat anak bodoh dan terlambat berkembang? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Fast Food

Fast food alias makanan cepat saji mengandung lemak trans yang tinggi. Senyawa tersebut terbukti dapat mengganggu kesehatan dan mempengaruhi daya ingat.

Selain itu, fast food juga dapat mengurangi produksi serotonin dalam tubuh yang berperan mengelola suasana hati, termasuk mencegah depresi.

Fast food dapat pula meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

“Makanan tinggi lemak dan tinggi gula berkaitan dengan gangguan fungsi otak, yang berhubungan dengan pembelajaran dan memori,” ucap dr. Atika.

2. Makanan dan Minuman Berkafein

Konsumsi kafein berlebih pada anak dapat menyebabkan kegelisahan, kegugupan, kurang tidur, hiperaktif, sakit kepala, dan sakit perut. Semua keluhan tersebut berbahaya bagi perkembangan mental dan kesehatan anak.

Kafein adalah zat yang secara alami ditemukan dalam cokelat, teh, dan kopi.

3. Makanan yang Mengandung Gula Tinggi

Makanan manis atau mengandung gula tinggi termasuk ke dalam daftar yang dapat merusak perkembangan otak anak.

Faktanya, konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi secara berlebih dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan memengaruhi nafsu makannya.

Makanan manis juga dapat menyebabkan sakit perut dan melemahkan kekebalan tubuh. Jadi, sebaiknya hindari terlalu sering memberikan anak permen, es krim, atau makanan manis lainnya.

4. Makanan yang Mengandung Pewarna Buatan

Makanan untuk anak-anak biasanya dibuat dengan warna yang bervariasi. Hal ini guna menarik perhatian anak terhadap makanan tersebut.

Sayangnya, tak sedikit produsen nakal yang menggunakan pewarna buatan dalam produknya. Pewarna buatan yang dikonsumsi anak telah dikaitkan dengan serangkaian masalah kognitif, termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), kecemasan, hiperaktif, dan sakit kepala.

5. Mi Instan

Mi instan hanya bersifat mengenyangkan, namun tidak memiliki gizi memadai untuk tumbuh kembang anak.

Terlalu sering konsumsi mi instan bahkan dihubungkan dengan perubahan suasana hati, dan gangguan perilaku pada anak.

6. Minuman Bersoda

Memberikan minuman bersoda pada anak dapat menghambat pertumbuhan giginya. Selain itu, minuman bersoda juga dapat dapat merusak otak anak.

Selain minuman bersoda, yang perlu Bunda hindari juga adalah memberikan minuman kemasan, seperti jus, kepada anak. Hal ini karena minuman kemasan tersebut mengandung gula tinggi, dan tidak terbuat dari buah asli.

7. Daging Olahan

Sosis dan nugget merupakan jenis makanan dari daging olahan, yang pada proses pembuatannya mencampur bahan kimia. Tentu, jenis makanan tersebut akan berbahaya bila dikonsumsi terlalu sering oleh anak.

Mengonsumsi daging olahan terlalu sering mengakibatkan, bahan kimia menumpuk di tubuh anak dan menghambat pertumbuhannya.

Itu dia beberapa makanan yang bikin anak bodoh dan terlambat berkembang, khususnya apabila dikonsumsi secara berlebihan. Batasi atau ganti dengan asupan yang lebih sehat agar fungsi otak dan tumbuh kembang si kecil tidak mengalami gangguan. (NB/JKT)

Sumber: klikdokter.com