MALUKUnews, Jakarta: Pernahkah Anda tak sengaja meneguk air laut saat sedang berenang atau menyelam? Jika ya, Anda tak perlu khawatir. Di balik rasanya yang asin, air laut yang tertelan nyatanya bisa mengatasi gangguan pencernaan, mengurangi risiko kanker dan maag.

Namun yang perlu diperhatikan, air tersebut terdapat dari laut dengan kedalaman sekitar 200 m, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (17/9/2013).

Para ilmuwan sebelumnya mengklaim bahwa konsumsi air laut dari kedalaman tersebut akan membantu membunuh kuman Helicobacter pylori. Sekitar 4 dari 10 orang diketahui terinfeksi oleh bakteri penyebab utama radang perut ini. Meskipun dirasakan tak berbahaya, kuman ini dapat memicu maag pada 15 persen dari mereka yang terinfeksi.

Akhir-akhir ini sebuah bukti menunjukkan bahwa air laut dapat menjadi sebuah pengobatan alternatif bebas obat. Sebuah studi hewan di Kochi Medical School, Jepang, menunjukkan bahwa setelah kandungan garamnya dihilangkan, air laut dapat mengurangi jumlah bakteri.

Tim Jepang yang sama kemudian memberikan air laut dalam pada 23 orang yang terinfeksi dengan bakteri. Ditemukan konsumsi air laut dalam ini mengurangi jumlah bakteri yang ada pada mereka sebanyak 60 persen, sementara dengan meminum air biasa penurunan yang ada hanya sekitar 25 persen.

Sebab pasti mengapa air laut dalam bisa menyingkirkan kuman Helicobacter pylori masih belum ditemukan. Namun beberapa ilmuwan berpendapat mungkin karena air yang diperoleh dari laut dengan kedalaman 200 m lebih ini memiliki mineral kalsium, kalium dan magnesium tingkat tinggi, sehingga mempengaruhi dinding sel luar bakteri.

Saat ini sedang dilakukan percobaan baru di National Taiwan University Hospital yang melibatkan 60 pasien. Sekitar 30 orang di antaranya akan minum 200 ml air laut sebanyak 4 kali sehari. Sementara 30 orang pasien lainnya hanya akan diberi air putih biasa dan hasilnya dibandingkan 2 minggu kemudian.

Mengomentari percobaan ini, Dr John Mason, ahli pencernaan dari Central Manchester University Hospitals NHS Foundation Trust mengatakan bahwa pengurangan jumlah kuman yang ada merupakan fakta yang sangat menarik. Meskipun begitu, ia masih menunggu hasil percobaan dari Taiwan tersebut.

Sementara itu, percobaan tahap awal menunjukkan bahwa air laut juga dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Oncology mengungkapkan bahwa para ilmuwan di Korea menambahkan air laut dalam ini ke dalam tabung reaksi berisi sel kanker. Para ilmuwan tersebut menemukan air laut mencegah sel kanker berkembang biak.

Hal ini diduga terjadi akibat adanya pengaruh dari tingkat senyawa yang disebut 'faktor pertumbuhan transformasi beta', yang terlibat dalam proliferasi sel. Para ilmuwan berharap bisa kembali menggunakan air laut ini dalam percobaan yang lebih besar. Diharapkan juga hasilnya nanti bisa menjadi pengobatan masa depan untuk mencegah kanker berkembang atau menyebar ke seluruh tubuh. (Sumber: Detik.com/vit/vit)