MALUKUnews: Bagi beberapa orang, menjalani operasi bukan suatu yang mudah. Perlu kesiapan mental, fisik, dan hal lain demi operasi bisa berjalan lancar. Salah satu yang menjadi pertanyaan ialah penyakit yang diderita. Apakah jika sebelumnya punya riwayat sakit tertentu Anda tetap bisa dioperasi?

Operasi kecil maupun besar, tetap saja judulnya operasi. Tidak semua orang dengan mudah menyerahkan dirinya untuk dioperasi karena berbagai macam masalah kesehatan. Namun, ada pula beberapa orang mempunyai kesiapan mental untuk menyetujui tindakan operasi yang akan dilakukan oleh dokter spesialis.

Tak menutup kemungkinan banyak pula yang takut menjalaninya. Jangankan menghadapi operasi, mendengar kata-katanya saja bisa bikin bulu kuduk merinding. Selain itu, mungkin juga khawatir, riwayat penyakit tertentu bisa mempengaruhi persentase keberhasilan operasi yang direncanakan.

Misalnya, Anda punya riwayat penyakit hipertensi. Bisa saja Anda merasa bahwa darah tinggi bisa memengaruhi jalannya operasi yang Anda perlu lakukan. Saat jelang hari operasi, Anda justru terserang tifus atau demam berdarah. Jika kondisi ini dialami Anda, dokter akan memilih menunda operasi hingga tubuh benar-benar fit.

Tidak Semua Penyakit Menunda Proses Operasi

Namun, menurut dr. Atika dari KlikDokter, Anda tidak perlu khawatir. Tak semua riwayat penyakit tertentu memiliki dampak dalam proses operasi. Jangan sampai riwayat penyakit tertentu menghambat Anda untuk menjalani suatu operasi yang Anda butuhkan.

"Namun Anda sendiri harus waspada, kenalilah keadaan-keadaan yang berpotensi memberikan hasil yang tidak diharapkan," ungkap dr. Atika.

Ada beberapa faktor memang yang akhirnya mempengaruhi jalannya operasi. Bila Anda ingin tahu jenis kondisi apa yang dapat mempengaruhi jalannya operasi, simak penjelasannya:

Usia

Ini biasanya sangat berhubungan dengan pasien lanjut usia. Umumnya, orang yang memasuki fase lansia, ketahanan dan fungsi organ-organ tubuh telah mengalami penurunan.

"Hal yang dikhawatirkan berkurangnya kompensasi tubuh terhadap manipulasi organ yang dilakukan selama operasi. Selain itu, seringkali dalam usia lanjut telah ada beberapa penyakit yang kemungkinan belum terdeteksi. Oleh sebab itu pemeriksaan pasien lanjut usia yang akan menjalani operasi dilakukan secara lebih lengkap," kata dr. Atika.

Penyakit Kronis

Deretan penyakit kronis seperti jantung, darah tinggi, kencing manis, stroke, atau ginjal perlu mendapat perhatian lebih. Penyakit-penyakit ini memiliki efek sistemik ke seluruh tubuh, dengan begitu dapat meningkatkan risiko selama operasi.

"Gula darah dan tekanan darah mutlak harus stabil sebelum jalannya operasi. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir, bila penyakit tersebut terkontrol, Anda bisa segera menjalani operasi. Dalam batas tertentu, ada kalanya operasi tidak dapat dilakukan bila penyakit-penyakit ini terlalu berat," tutur dr. Atika.

Masalah Pembekuan Darah atau Mengonsumsi Pengencer Darah

Para penderita penyakit gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, atau pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah sebagai pengobatan jantung atau stroke, sangat berisiko mengalami perdarahan selama jalannya operasi.

Seringkali proses operasi melibatkan terbentuknya luka yang menyebabkan banyak keluar darah, dan kondisi ini akan menyebabkan kesulitan dalam menghentikan keluarnya darah tersebut. Obat pengencer darah harus dihentikan selama 1-2 minggu sebelum jalannya operasi.

Penyakit Alergi Obat

Selama jalannya operasi, berbagai jenis obat akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan. Obat yang dimasukkan langsung ke dalam pembuluh darah akan bereaksi lebih cepat, dan terjadinya alergi selama operasi akan menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik tubuh.

Itulah beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menjalani operasi. Beberapa riwayat penyakit memang perlu mendapat perhatian khusus. Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir, jika sudah mendapatkan jadwal tindak operasi, hindari kegiatan di luar ruang yang berisiko mengganggu kesehatan Anda dan ikuti saran dokter. RPA/AYU

Sumber: klikdokter.com .