MALUKUnews: Menemukan benjolan di ketiak memang bikin khawatir. Pasalnya, Anda pernah dengar dari teman survivor kanker payudara bahwa salah satu gejala awal yang ia rasakan adalah muncul benjolan di lipatan tersebut.

Duh, kalau sudah begini, benjolan di ketiak pasti akan terus dipikirkan sambil setiap hari merabanya dengan raut wajah tak enak.

Sekilas tentang Penyebab Benjolan di Ketiak

Sebenarnya, benjolan yang berada di ketiak itu bukan hal baru atau kondisi jarang terjadi. Kelenjar getah bening di ketiak memang kerap membesar dan biasanya tidak berbahaya.

Beberapa benjolan tersebut bahkan terjadi hanya karena ada pertumbuhan jaringan yang tidak normal.

Buat wanita, hal itu memang lebih sering terjadi, apalagi jika Anda hendak menstruasi. Ketika seorang wanita akan datang bulan, hormonnya tidak stabil. Alhasil putingnya menegang dan payudara cenderung lebih keras daripada biasanya.

Saat ketiak diraba pun akan terasa ada benjolan. Untungnya, ketika haid selesai, benjolan di ketiak itu dapat mengecil dengan sendirinya.

Di luar masalah hormonal, ada kondisi lain yang memicu tumbuhnya benjolan area ketiak, beberapa di antaranya bisa dikatakan berbahaya. Berikut daftarnya:

  • Lipoma (ketika jaringan lemak yang jinak tumbuh).

  • Fibroadenoma ( jaringan fibrosa non-kanker yang tumbuh).

  • Hidradenitis Suppurativa (ini merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan gesekan antara rambut dan kulit. Umumnya bernanah dan penderita rasakan nyeri).

  • Infeksi bakteri, virus, dan jamur.

  • Reaksi alergi.

  • Efek samping vaksinasi.

  • Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara atau limfoma

  • Lupus (penyakit autoimun).

Bagaimana Cara Membedakan Benjolan Biasa dan Benjolan Kanker di Ketiak?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tak semua benjolan itu menandakan kanker. Menurut dr. Arina Heidyana, kanker merupakan pertumbuhan sel yang immortal.

“Artinya, sel akan terus tumbuh. Padahal normalnya, sel dalam tubuh itu mengalami kematian karena memang sudah diprogram demikian oleh tubuh kita. Sel yang terus tumbuh akhirnya membentuk benjolan. Tapi ingat, tak semua benjolan itu artinya kanker, ya,” jelas dr. Arina. Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Lakukan Tes Akurat

“Untuk membedakan apakah benjolan itu kanker atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan yang terdiri atas pemeriksaan fisik, imaging, dan histopatologi atau biopsi,” tambah dr. Arina. Ya, dengan melalui beberapa tes, diagnosis pun menjadi lebih pasti.

Perlu diketahui, di dalam kasus kanker payudara, benjolan memang muncul di payudara dan juga ketiak. Dengan melakukan ultrasonografi (USG) payudara, pemeriksaan ini dapat memberi gambaran apakah benjolan tersebut jinak, mencurigakan, atau ganas.

“Gambaran ini disebut BI-RADS score (breast imaging, reporting, and data system). Apabila skor BI-RADS di atas tiga, maka akan dilakukan biopsi. Biopsi sendiri adalah gold standard untuk mendiagnosis kanker atau benjolan. Sedangkan hasil USG atau CT-scan tidak bisa memberikan diagnosis kanker,” dr. Arina melengkapi.

Perhatikan Ukurannya

Benjolan biasa ukurannya menetap dan tidak membesar. Sedangkan bentuk benjolan kanker di ketiak cenderung membesar. Bahkan, dr. Arina mengatakan benjolan ganas tersebut bisa berdarah.

Perhatikan Letaknya

Benjolan biasa umumnya hanya terletak di satu area. Sedangkan benjolan kanker payudara, terletak di ketiak dan payudara itu sendiri (jaringannya masih terhubung).

Bagaimana dengan kanker kelenjar getah bening? Kanker yang disebabkan oleh mutasi sel-sel darah karena berkurangnya daya tahan tubuh seseorang dapat menunjukkan gejala lewat munculnya benjolan di ketiak, leher, dan selangkangan. Jadi, fokusnya tak cuma di ketiak.

Keras atau Lunak?

Jika menandakan kanker, benjolan di ketiak dan payudara terasa agak keras bila ditekan. Sedangkan benjolan biasa, dia lebih lunak.

Itu dia perbedaan antara benjolan biasa dengan benjolan kanker di ketiak. Sekarang, Anda sudah tahu, kan? (OVI/AYU)

Sumber: klikdokter.com