MALUKUnews: Tahukah Anda, bahwa makan ikan dapat berdampak besar terhadap kesehatan tubuh, termasuk otak? Ya, selain rasanya enak, mengenyangkan, dan mudah didapat, makan ikan punya manfaat baik untuk mencegah gangguan dan kerusakan pada otak. Untuk itu, yuk, cari tahu fakta makan ikan lebih lanjut lewat ulasan berikut ini.

Pentingnya Makanan Sehat dan Bergizi untuk Menghindari Gangguan Otak

Diet dengan cara makan makanan sehat sangat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak, baik untuk jangka pendek maupun panjang.

Diperkirakan, otak manusia menggunakan sebanyak 20 persen dari kalori di dalam oleh tubuh. Oleh sebab itu, otak termasuk ke dalam organ yang butuh banyak energi untuk bisa berfungsi maksimal, terutama untuk menjaga konsentrasi serta berpikir sepanjang hari.

Selain kalori, otak juga membutuhkan nutrisi tertentu agar tetap sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan. Salah satu yang dibutuhkan oleh otak adalah asam lemak omega-3. Nutrisi ini membantu membangun dan memperbaiki sel otak.

Tidak hanya itu, asam lemak omega-3 juga berperan untuk membantu menurunkan stres pada sel di otak, mencegah efek peradangan otak yang akibat penuaan, serta mencegah adanya gangguan penurunan sistem saraf, seperti penyakit Alzheimer.

Untuk mendapatkan manfaat penting dari asam lemak omega-3 untuk otak, Anda bisa mengonsumsi ikan.

Disarankan untuk mengonsumsi ikan yang mengandung minyak pada jaringan dan bagian perutnya (oily fish), ya. Sebagai informasi, oily fish adalah jenis ikan berminyak sehat seperti salmon, sarden, ikan forel, ikan kembung, dan ikan haring.

Di samping baik untuk kesehatan otak, manfaat asam lemak omega-3 pada minyak ikan juga dapat mencegah terjadinya penyakit jantung, juga sumber yang baik akan vitamin D.

Manfaat Ikan untuk Menurunkan Risiko Gangguan Otak

Salah satu gangguan pada otak yang sering dapat dialami oleh lansia adalah demensia. Penyakit demensia ini adalah suatu kondisi yang terjadi saat fungsi otak menurun, misalnya seperti penurunan memori dan kemampuan menilai sesuatu.

Gejala yang dirasakan bisa bervariasi, umumnya Anda menjadi sering lupa dan kemampuan sosial berkurang. Hal tersebut bisa berdampak terhadap kehidupan sehari-hari.

Nah, ditemukan juga sebuah penelitian yang mengulik manfaat ikan untuk melindungi otak dari demensia. Pada penelitian tersebut, seseorang yang suka mengonsumsi alkohol secara berlebihan, namun suka makan ikan, peradangan di dalam organ otaknya mengalami penurunan sebesar 95%.

Selain itu, pada otak seseorang yang sering makan ikan, kematian sel saraf di dalamnya jadi berkurang. Manfaat otak ini didapat ketika dibandingkan dengan otak seseorang yang gemar mengonsumsi alkohol, namun jarang makan ikan yang mengandung asam lemak omega-3.

Tak hanya berperan sebagai pelindung, kandungan minyak ikan yang terkandung dalam omega-3 membantu membangun membran sel dan memperbaiki struktur sel otak yang disebut dengan neuron.

Lalu, kadar omega-3 yang tinggi telah terbukti meningkatkan aliran darah pada otak. Di mana artinya, makan ikan yang mengandung minyak asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kemampuan berpikir yang lebih baik lagi. Lansia yang mengonsumsi ikan panggang atau dibakar setidaknya sekali seminggu, juga dapat mengalami peningkatan pada kesehatan otaknya, lho!

Pada hasil CT-scan seseorang yang suka makan ikan, sel otak yang bekerja untuk mengingat memori jangka pendek (seperti mengingat nomor telepon seseorang) berisiko kecil untuk mati atau tidak berfungsi.

Mereka yang sering makan ikan panggang atau bakar seminggu sekali pun mengalami penurunan risiko terkena penyakit Alzheimer serta gangguan mental yang ringan hingga sedang. Lagi-lagi, ini disebabkan karena kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalam ikan yang dikonsumsi sehari-hari.

Sumber asam lemak omega-3 juga bisa didapat dari makanan seperti kacang kenari, kedelai, telur omega-3, produk susu, dan juga daging.

Selain makan ikan, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen omega-3 dari minyak ikan yang berbentuk kapsul bening untuk manfaat otak. Namun, selalu konsultasikan dulu pada dokter, ya, agar ditentukan dosis sesuai kondisi kesehatan Anda. (OVI/RPA)

Sumber: klikdokter.com