MALUKUnews: Belimbing jadi salah satu buah yang dipercaya dapat mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sayangnya, meski bermanfaat untuk penyakit kronis tersebut, belimbing justru menjadi musuh bagi penderita sakit ginjal! Memangnya apa sih dampak buruk makan belimbing untuk ginjal? Bukannya belimbing mengandung serat dan nutrisi lainnya?

Buah Belimbing

Benar adanya bahwa belimbing mengandung serat dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dilansir dari Healthline, serat yang terkandung dalam 91 gram belimbing (kurang lebih ½ buah) berjumlah 3 gram. Vitamin C-nya pun cukup tinggi, yakni 1 gram.

Salah satu mineralnya, yaitu kalium atau potasium, sebanyak 3 persen dari kebutuhan harian. Untuk kalorinya, belimbing menyimpan 28 kalori serta 6 gram karbohidrat.

Jadi, kalau tidak ada zat-zat berbahaya dari belimbing, kenapa ada larangan makan belimbing untuk penderita ginjal? Menjawab pertanyaan tersebut, begini penjelasan dr. Arina Heidyana. Pada penderita sakit ginjal, organnya itu sudah tidak berfungsi secara normal.

“Alhasil, mineral yang didapat dari makanan seperti potasium, tidak bisa dikeluarkan dengan baik dari dalam tubuh dan menetap di ginjal. Kalau sudah begitu, mineral tersebut akan berubah menjadi racun yang akan semakin merusak ginjal,” jelas dr. Arina.

“Asupan vitamin C yang berlebih juga berisiko menimbulkan batu ginjal. Oleh karena itu, penderita sakit ginjal juga tidak boleh berlebihan mengonsumsi vitamin C, termasuk dari belimbing,” dia menambahkan.

Baik belimbing biasa maupun belimbing wuluh tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita sakit ginjal.

Bahkan, belimbing wuluh lebih tinggi berpotensi untuk menyebabkan keracunan pada penderita sakit ginjal karena zat neurotoxin-nya tak bisa dikeluarkan dengan baik.

Adapun tanda-tanda keracunan belimbing wuluh, adalah:

  • Cegukan.

  • Kebingungan mental.

  • Kejang.

Bahaya belimbing untuk penderita ginjal juga ditunjukkan dalam penelitian yang berjudul Why Eating Star Fruit is Prohibited for Patients with Chronic Kidney Disease?

Studi yang dipublikasikan dalam Jornal Brasileiro de Nefrologia itu melaporkan nurotoksisitas disebabkan oleh oksalat dalam buah belimbing.

Namun, temuan terbaru menunjukkan, efek neurotoksik dari toksin tersebut disebabkan oleh karamboksin yang menghambat sistem saraf pusat.

“Pasien mengalami ketidaknyamanan, menangis, dan kebingungan. Kondisi tersebut mengarah ke situasi serius, seperti kejang dan kematian. Tindakan multidisiplin perlu dilakukan untuk mewaspadai dampak konsumsi belimbing pada pasien penyakit ginjal kronis,” tulis laporan tersebut.

Jika Telanjur Makan Belimbing, Pertolongan Pertama Apa yang Bisa Dilakukan?

Karena ketidaktahuan, buah belimbing akhirnya termakan juga oleh penderita sakit ginjal. Kalau sudah begini, segera mengonsumsi air putih untuk menetralkan kondisi.

“Bisa minum air putih untuk pertolongan pertamanya. Tetapi tidak boleh terlalu banyak dan berlebihan juga minum air putihnya,” ujar dr. Arina.

Dia menambahkan, “Penderita sakit ginjal juga tidak boleh kelebihan cairan di dalam tubuh karena bisa menumpuk dan menyebabkan kerusakan organ lain, seperti jantung.”

Biar aman, Anda bisa melakukan cek darah untuk mengukur kadar potasium. Jika terbukti tinggi, dokter bisa meresepkan obat untuk membantu menurunkan kadarnya dan mengeluarkan kelebihan potasium tadi.

Selain Belimbing, Hindari Buah Ini Juga!

Ternyata tak cuma belimbing yang dilarang untuk penderita sakit ginjal. Masih ada beberapa buah lagi yang wajib jadi pantangan agar penyakit tak makin parah, yaitu:

Pisang

Pisang mengandung potasium yang tinggi, yaitu 422 mg. Makin tinggi potasiumnya, makin besar risiko perburukan pada penyakit ginjal Anda.

Jeruk

Satu jeruk besar seberat 184 gram mengandung 333 mg potasium. Jika dibuat jadi secangkir jus, jumlah kaliumnya bertambah jadi 473 mg! Mengingat kandungan kaliumnya, jeruk dan jus jeruk harus dibatasi dan dihindari.

Aprikot

Satu cangkir aprikot segar mengandung 427 mg potasium. Adapun, satu cangkir aprikot kering menyediakan lebih dari 1.500 mg potasium!

Tomat

Secangkir saus tomat mengandung lebih dari 900 mg potasium. Hindari buah tomat segar maupun yang sudah diolah agar kerusakan ginjal tak semakin parah. (HNS/AYU)

Sumber: klikdokter.com