MALUKUnews: Masalah kadar kolesterol tinggi bisa dialami siapa saja, baik orang tua maupun yang masih muda. Di Indonesia, jumlah pengidap kolesterol tinggi tergolong cukup banyak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 7 dari 10 orang dewasa di Indonesia mengalami kolesterol tinggi! Tingginya kadar kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit serangan jantung, hipertensi, dan stroke.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol. Jus seledri disebut-sebut menjadi salah satu bahan alami yang bisa menurunkan kolesterol tinggi. Benarkah demikian? Simak apa kata dokter lewat ulasan ini.

Khasiat Jus Seledri untuk Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, salah satu faktor penyebab kolesterol tinggi adalah pola makan yang kurang sehat.

Untuk mengatasinya, kita perlu mengubah pola makan secara keseluruhan. Sebagai contoh, coba mulai batasi makan makanan yang digoreng atau mengandung lemak.

Lalu, bagaimana dengan terapi jus seledri? Dokter Sara mengatakan keberhasilan jus seledri dalam menurunkan kolesterol sudah pernah dibuktikan dan diuji coba lewat tikus.

“Ada penelitian (manfaat seledri untuk menurunkan kolesterol) di tikus, hasilnya membantu. Jadi, nggak ada salahnya diminum, tapi diikuti juga dengan perubahan-perubahan lain. Selain pola hidup, olahraga rutin juga penting,” dr. Sara menjelaskan.

“Jika diperlukan, bisa tambah obat. Jadi, tidak bisa hanya mengandalkan jus seledri saja tanpa ubah pola makannya,” tambah dr. Sara.

Perlu diketahui, kadar kolesterol tinggi dapat menimbulkan pengendapan lemak di dalam pembuluh darah. Selanjutnya, endapan lemak tersebut menyebabkan aliran darah terhambat. Dampaknya, Anda berisiko terkena serangan jantung dan menyebabkan kematian.

Menurut Jurnal Kedokteran Universitas Lampung tahun 2016, seledri mengandung zat fitosterol yang mencegah endapan kolesterol di dinding pembuluh darah manusia. Fitosterol sudah dikenal sebagai senyawa alami yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga mampu mencegah penyakit jantung.

Khasiat Lain dari Seledri

Dilansir dari Medical, sayuran seledri mengandung sumber vitamin, mineral, dan antioksidan (apigenin dan luteolin) yang melimpah. Kandungan kalori dan gula di dalam seledri juga terhitung rendah, sehingga baik untuk dikonsumsi sehari-hari.

Berikut beberapa kandungan seledri yang bermanfaat bagi kesehatan:

• Zat antioksidan dari seledri membantu mengurangi tingkat peradangan dan alergi.

• Kandungan luteolin dan apigenin dapat mencegah penyakit neurodegeneratif dengan memberikan perlindungan terhadap otak.

• Merujuk pada beberapa penelitian, luteolin dapat menghentikan pertumbuhan beberapa jenis sel kanker yang dialami oleh hewan pengerat.

• Seledri mengandung senyawa kimia yang mampu menurunkan tekanan darah orang hipertensi.

• Zat antioksidan luteolin dari seledri bekerja menonaktifkan sel radikal bebas dan mencegah kerusakan jantung.

• Seledri memiliki efek perlindungan terhadap zat yang dapat merusak produksi sperma pada pria.

Jangan Lupa Perhatikan Efek Sampingnya

Meskipun boleh dikonsumsi, namun waspadai juga efek samping seledri yang dapat menimbulkan alergi. Alergi seledri dapat memicu reaksi kulit, gangguan pencernaan, dan masalah pernapasan.

Selain itu, mengonsumsi apigenin terlalu banyak dapat menurunkan kesuburan. Di samping itu, meracik jus seledri sebaiknya jangan ditambah pemanis seperti gula, ya. Menambahkan gula dapat memicu kadar gula darah naik dan kondisi kolesterol tinggi semakin parah. (OVI/JKT)

Sumber: klikdokter.com