MALUKUnews: Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa 422 juta orang di seluruh dunia mengalami diabetes. Jumlah tersebut diduga akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu kondisi yang menjadi latar belakangnya adalah gejala diabetes tahap awal yang sering diabaikan.

Seperti yang dikatakan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, diabetes adalah penyakit yang sering hadir tanpa disadari. Penyakit ini bahkan memiliki julukan the silent killer alias pembunuh dalam senyap lantaran gejala yang samar-samar. “Tidak jarang, penderita baru memeriksakan diri ke dokter ketika sudah terjadi beberapa komplikasi sekaligus, seperti gangguan ginjal, gangguan saraf, masalah pembekuan darah dan lainnya,” ungkap dr. Sepri.

Berangkat dari hal tersebut, mengidentifikasi gejala diabetes tahap awal adalah tindakan yang wajib dilakukan setiap orang. Semakin dini dideteksi, semakin optimal pula proses pengobatan sehingga kemungkinan komplikasi bisa diminimalkan.

Gejala diabetes tahap awal

Diabetes adalah penyakit metabolik yang terjadi akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Sebagai akibatnya, kadar gula darah mudah melonjak. Jika terjadi berkelanjutan, gula darah tinggi yang tidak terkendali bisa berujung pada terjadinya komplikasi.

Supaya lebih siaga dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut ini adalah gejala diabetes tahap awal yang mesti Anda waspadai mulai saat ini:

Mudah lapar

Menurut dr. Sepri, mudah lapar atau polifagia adalah gejala diabetes tahap awal yang paling umum ditemukan. Pada kondisi ini, penderita diabetes akan sangat mudah merasa lapar sekalipun sudah makan dengan teratur.

“Kondisi ini terjadi karena makanan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes sulit diubah menjadi energi akibat kekurangan hormon,” kata dr. Sepri.

Mudah haus

Bukan melulu akibat dehidrasi atau kurang cairan, mudah haus ternyata juga bisa menjadi gejala diabetes tahap awal. Dituturkan oleh dr. Sepri, penderita diabetes akan lebih mudah haus sehingga akan minum lebih sering.

“Mudah haus atau polidipsi berhubungan dengan jumlah buang air kecil yang lebih sering pada penderita diabetes,” tambahnya.

Sering buang air kecil

Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang cenderung tinggi. Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, tubuh mengeluarkan lebih banyak urine agar gula darah ikut ‘terbuang’.

“Hal itu pula yang menjadi alasan kenapa penderita diabetes lebih sering buang air kecil atau poliura, yang kemudian menyebabkan lebih sering haus,” dr. Sepri menegaskan.

Luka yang sulit sembuh

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes membuat dinding pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras. Oleh karena itu, aliran darah yang mengandung banyak oksigen dari jantung tidak dapat diedarkan ke seluruh tubuh secara optimal.

Oleh sebab itu, apabila mengalami luka, penderita diabetes memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa sembuh dibandingkan orang lainnya.

Berat badan turun tanpa sebab

Sedang tidak diet atau olahraga intens, namun berat badan tetap turun secara drastis? Jika demikian, Anda patut curiga adanya penyakit diabetes.

Berdasarkan penjelasan dr. Sepri, orang-orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas dapat dicurigai sebagai penderita diabetes.

“Karena proses metabolisme yang terganggu, tubuh tidak sepenuhnya mampu menyerap gizi dari makanan. Maka itu, penderita diabetes bisa mengalami gejala badan lemas yang diikuti dengan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas,” tambah dr. Sepri.

Munculnya gejala diabetes tahap awal adalah peringatan bahwa Anda mesti segera berobat ke dokter. Jangan menunda apalagi menganggapnya sepele, karena diabetes adalah penyakit yang terbukti dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian dalam waktu singkat apabila tidak dikendalikan. RPA/AYU

Sumber: klikdokter.com