MALUKUnews: Banyak minuman manis yang beredar bebas mengandung sirup jagung tinggi fruktosa. Meski mengonsumsi minuman manis sangat menyenangkan, tapi tahukah Anda kandungan di dalamnya? Ya, ternyata minuman manis mengandung sirup jagung tinggi fruktosa yang menyimpan bahaya!

Gula memang bisa ditemui di mana-mana. Jenis karbohidrat ini sering ditemui dalam berbagai makanan, termasuk buah, sayur, produk olahan susu, jus, hidangan penutup, camilan, hingga minuman. Karena keberadaan gula sering jadi pemanis tambahan, Anda perlu mengenali bahaya sirup jagung yang tinggi fruktosa.

Kenal lebih dalam sirup jagung

Secara alami, jagung memang memiliki kandungan gula dalam bentuk pati. Struktur kimia pati terdiri atas banyak rantai sakarida (rantai gula) yang tergabung dalam sebuah struktur besar.

Perlu Anda ketahui, pati jagung tidak akan terasa manis apabila dia tidak diolah menjadi sirup terlebih dulu. Pati jagung yang kompleks itu harus diurai menjadi rantai sakarida yang lebih sederhana sehingga rasa manisnya lebih terasa.

Pemanis buatan ini dihasilkan dengan cara mencampurkan pati jagung, air, dan enzim alfa-amilase. Enzim tersebut berasal dari bakteri Bacillus. Setelah semua tercampur, adonan sirup jagung itu diberi tambahan enzim gamma-amilase yang berasal dari jamur Aspergillus.

Barulah setelah itu, sirup jagung berubah menjadi pemanis multifungsi, yang warnanya putih bening agak kekuningan.

Bahaya sirup jagung tinggi fruktosa

Meski muncul dari tanaman atau bahan alami, sirup jagung yang tinggi fruktosa juga bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. Perlu Anda tahu, fruktosa sebenarnya kandungan gula alami yang biasanya didapatkan dari buah-buahan.

Meski termasuk gula alami, fruktosa yang terdapat dalam makanan kemasan hanya bisa dipecah dan dicerna oleh organ hati. Hasil akhir dari proses pencernaan tersebut adalah trigliserida (lemak darah), asam urat, dan radikal bebas.

Sebagian orang juga tidak mampu menyerap semua fruktosa yang dimakan. Kondisi ini dikenal sebagai malabsorpsi fruktosa. Gejalanya, terdapat gas yang berlebih (kembung) dalam perut, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, sirup jagung yang tinggi fruktosa juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, sirup jagung tinggi fruktosa berisiko meningkatkan Anda terkena masalah diabetes.

"Meningkatkan risiko diabetes sama seperti jenis-jenis gula lainnya. Meskipun dibilangnya fruktosa dari tumbuhan dan bukan glukosa, tetap saja bisa meningkatkan kadar gula darah," ujar dr. Sepriani.

"Ini beda seperti fruktosa yang Anda makan di apel, itu kan manis. Itu gula dari buahnya langsung. Kalau ini kan sudah olahan, sudah dibikin bentuk sirup. Sudah pasti fruktosanya sudah menjadi glukosa," sambung dr. Sepriani.

Tak hanya memengaruhi kondisi diabetes Anda, sirup jagung tinggi fruktosa juga bisa menyebabkan masalah kesehatan metabolik lainnya. Biasanya, penyakit metabolik yang berhubungan dengan trigliserida.

"Itu akhirnya bisa memengaruhi kondisi diabetes Anda. Sebenarnya bukan cuma diabetes, tapi penyakit metabolik lain seperti kolesterol, terutama trigliserida (TG). Biasanya, TG adalah teman dari diabetes. Kalau gula naik, TG ikutan naik juga. Ini berisiko kerusakan pembuluh darah, seperti jantung, ginjal, dan bisa sebabkan stroke kalau konsumsi terlalu banyak," tegas dr. Sepriani.

Meski dengan embel-embel fruktosa, nyatanya sirup jagung tinggi fruktosa juga tidak baik bagi tubuh Anda. Mulai sekarang, mari hitung asupan gula harian Anda supaya tidak berisiko terkena masalah diabetes. (AYU/RPA)

Sumber: klikdokter.com