MALUKUnews, Namlea: Seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur, yang berada di Kabupaten Buru, berinisial AA, dijemput paksa tim Gugus Tugas (Gustu) Covid-19, Rabu (15/04).

AA dijemput paksa, karena ia yang sudah tergolong Orang Dalam Pemantauan (ODP), tidak mau dikarantina bersama teman-teman ODP lainnya. Mahasiswa ini tinggal di Desa Waemiting, Kecamatan Lilialy.

Seperti pantauan Malukunews.co, Gustu Covid-19 kemudian melakukan evakuasi paksa AA dengan menggandeng aparat keamanan gabungan. AA dan kelaurganya sempat melakukan perlawanan saat evakausi itu, namun tidak mampu melawan hadangan petugas. AA pun kemudian berhasil dievakuasi ke salah satu tempat karantina di kota Namlea yang sudah disediakan.

Juru Bicara Gustu Covid-19, Nani Rahim, kepada Malukunews.co di Namlea, mengatakan, pihaknya harus melakukan evakuasi AA itu dengan melibatkan aparat keamanan gabungan. “ Setelah kami pantau beberapa hari ini, AA mengalami batuk sudah satu minggu dan gejala lainnya. Kami pun harus bertindak cepat untuk membawanya untuk dikarantina tapi ia menolak. Terpaksa kami harus bertindak tegas demi menyelamatkan banyak orang,” ujar Nani.

Lanjut Nani, AA kemudian berhasil dievakausi aparat untuk dikarantina di penginapan Silta, Desa Lala, Kota Namlea. “ Kami sudah melakukan pemeriksaan rapid test AA, dan hasilnya positif. Selanjutnya kami akan ambil swab untuk diperiksa dengan PCR. (Edhy)