MALUKUnews, Namlea: Kedisiplinan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan berupa 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) menjadi salah satu kunci yang efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buru.

Demikian disampaikan Jubir Satgas Covid 19 Kabupaten Buru, Nani Rahim kepada wartawan di Namlea, Senin (30/11).

“Paling depan adalah 3M, karena penyebabnya penyakit menular yang bisa dicegah. Rute penularan dari saluran nafas oleh karenanya yang dilindungi adalah pernafasan dengan masker,” kata Nani Rahim yang sehari-harinya menjabat sebagai Kabag P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Buru ini.

Sinergi antara hulu dan hilir haruslah kuat. Dari segi hulu, masyarakat harus dilibatkan secara aktif melalui pemberdayaan guna meningkatkan kesadaran akan kegiatan promotif preventif.

Sementara pada bagian hilir, pemerintah Kabupaten Buru menyiapkan sistem kesehatan yang terpadu guna mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya lonjakan pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Sisi hulu (masyarakat) adalah menerapkan 3M atau saya menyebutnya sekarang 3W yakni wajib pakai masker, wajib menjaga jarak dan wajib mencuci tangan pakai sabun,” kata Nani Rahim.

Jika hulunya kecolongan, maka pemerintah mendahului dengan tracing yakni melacak kontak dekat yang positif Covid-19. Setelah ditemukan, di-testing, kalau membutuhkan perawatan maka mendapatkan treatment.

Hingga Jumat ini, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Buru kian turun, dan tersisa 19 kasus. Sebanyak 17 masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan hanya 2 kasus yang bergejala.

“Kita masih di zona kuning. Insya Allah bisa ke zona hijau bila para OTG ini hasil uji berikutnya sudah dinyatakan sembuh dan terpenting lagi kita semua harus patuh terapkan protokol kesehatan, termaduk laksanakan 3M, “pungkas Nani Rahim. (Nona)