MALUKUnews, Ambon: Tiga petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi lokasi proyek bendungan Waeapo yang ada di Kabupaten Buru, Maluku, yang saat ini diduga mandek. Proyek ini bernilai total Rp. 2.223 triliun.

Kehadiran tiga petugas KPK ke bendungan Waeapo, Kamis (11/02), dua hari lalu itu, dalam rangka melakukan penyelidikan langsung atas laporan dugaan proyek bermasalah tersebut.

Lokasi proyek bendungan Waeapo ini berada tepatnya di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongkuba, Kabupaten Buru.

Proyek yang sudah dikerjakan sekitar tiga tahun lalu itu bertujuan untuk mengairi 10.000 hektar sawah yang ada di kabupatan Buru. Sayangnya, proyek bernilai dua triliun lebih itu kini diduga mandek.

Informasi dari situs Kementerian PUPR, menyebutkan, kontrak proyek bendungan Waeapo (Wai Apu) ini telah ditandatangani. Proyek dibagi 3 paket, dengan total investasi Rp 2,223 triliun. Terdiri dari pembangunan fisik meliputi Paket 1, dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan dan PT. Adhi Karya (KSO) senilai Rp 1,069 triliun.

Paket 2 dengan kontraktor PT. Hutama Karya dan PT. Jasa Konstrusksi (KSO) senilai Rp 1,013 triliun dan kontrak paket supervisi senilai Rp 74 miliar, dengan konsultan PT Indra Karya. (Edhy)

Tonton vidionya di MALUKUNEWS TV. Klik saja disini: https://www.youtube.com/watch?v=aC6CDO_vrX8