MALUKUnews, Ambon: Kapal Kargo Mv Nur Allya, berbendera Indonesia dilaporkan hilang kontak di sekitar Perairan Utara Pulau Buru Maluku, Minggu (25/08), siang.

Laporan hilangnya kapal ini disampaikan kantor SAR Ternate, Maluku Utara ke petugas SAR Namlea, Maluku.

Kapal tersebut terakhir hilang kontak saat berada di laut antara Pulau Buru dan Seram, Maluku dengan lokasi koordinat kapal berada di 02° 36’00” S / 127°12’00” E.

Kapal tersebut membawa dua puluh lima orang, dengan rute perjalanan dari Halmahera Maluku Utara, menuju Sulawesi Tenggara. " Jumlah penumpang dua puluh lima orang, hilang kontak atau distress signal di Perairan Utara Pulau Buru. Kapal mengangkut nikel dengan rute perjalanan dari Pulau Weda Halmahera, Maluku Utara menuju Marosi Sulawesi Tenggara,” kata Muslimin, Kepala SAR Ambon, Maluku.

Menurut Muslimin, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya telah mengerahkan regu penolong ke lokasi koordinat terakhir kapal tersebut alami hilang kontak. Lokasi tersebut ditempuh dengan perjalanan dari Namlea pulau Buru, sekitar dua jam perjalanan.

" Setelah kami mendapatkan laporan, kami langsung berkoordinasi dengan SAR Ternate, dan diteruskan dengan pengerahkan personil ke lokasi titik koordinat kapal terakhir hilang kontak. Lokasi tempuh dari Namlea dua jam, " ungkapnya.

Kapal Kargo MV Nur Allya, hilang kontak sejak Selasa 20 Agustus lalu?. Kapal pengangkut bahan tambang tersebut memiliki bobot 30089 groos tonnage, dengan panjang 189 meter dan lebar 32 meter, kapal tersebut milik PT Gurita Lintas Samudera. (Ryan)