MALUKUnews, Namlea: Sejumalah aktivis di Kabupaten Buru menyaksikan langsung penyerahan barang bukti (BB) oleh Kapolres Pulau Buru, AKBP. Ricky Purnama Kertapati, S.I.K kepada kepada pihak PT. Sumber Hidup Cimindo (SHC) Surabaya.

Barang bukti sitaan yang diserahkan itu berupa sianida sebanyak 171 kaleng dengan berat 50 kg perkaleng dan bahan kimia jenis karbon 440 karung dengan berat 50 kg per karungnya. Penyerahan barang bukti ini berlangsung di halaman Mapolres Pulau Buru, Sabtu (19/10).

Hasil sitaan polisi didukung LSM Parlemen Jalanan pada 2018 lalu di kota Namlea. Sayangnya saat dilakukan gelar perkara, bahan-bahan kimia itu ternyata ada dikantongi dokument resmi, sehingga barang-barang kimia itu tidak ditahan.

Ketua LSM Parlemen Jalanan, Ruslan Arif Soamole kepada wartawan di Mapolres Pulau Buru, kemarin, mengatakan, ia sangat berharap kepada pihak penagak hukum dan Pemda agar barang berbahaya ini terus dikawal hingga ketempat asalnya.

" Sehingga barang tersebut tidak boleh beredar ditempat lain, karena barang-barang sitaan yang akan dikembalikan kepada pihak PT. SHC, itu kami terus kawal hingga penggunaanya secara benar,” ujar Soamole. (Red)