MALUKUnews, Ambon: Anggota DPRD Kabupaten Buru, dari Partai NasDem, Robi Nurlatu, resmi dilaporkan ke Polda Maluku, Selasa (03/12).

Robi dilaporkan oleh dua orang warga Buru, Husni Ahmad dan Kias Behuku ke Polda Maluku. Laporan tersebut terkait adanya dugaan kepemilikan ijazah paket B dan C yang diduga bermasalah. Menurut kedua pelapor ini, Robi mendapatkan ijazah paket B dan C itu tidak wajar alias illegal.

Husni Ahmad, kepada Malukunews.co di Ambon, Selasa, siang, mengatakan, mereka melaporkan anggota DPRD Buru dari partai NasDem itu, karena ia diduga telah memperoleh ijazah paket B dan C itu tidak sesuai prosedur yang berlaku. Mestinya, kata Husni, ijazah paket B ke C itu butuh jangka waktu 3 tahun, namun ia memperolehnya hanya dalam kurung waktu dua tahun saja.

Memang dalam aturan, kata Husni, ijazah paket B ke C itu bisa dua tahun, namun itu ada pengecualian, yakni yang bersangkutan harus berumur diatas 25 tahun, memiliki standar nilai semua bidang studi pada ijasah paket B itu rata-rata minimal 7,0. Selain itu, juga harus memiliki keistimewaan bahwa bersangutan punya IQ diatas 130 yang dikeluarkan fakultas psikologi, salah satu perguruan tinggi yang terakredirtasi atau badan lain yang ditunjuk.

“ Sementara Robi Nurlatu ini, pernah juga mengikuti ujian peket B pada tahun 2012 tapi bersangkuatn tidak lulus. Berarti keistimewaan bersangkutan itu tentu gugur demi hukum. Sedangkan ijazah paket B yang diperolehnya saat ini tercatat tahun 2014. Ini yang kami juga pertanyakan,” ujar Husni.

Lanjut Husni, ia berharap, supaya polisi segara menindak lanjuti lapaoran yang sudah kami sampaikan itu. Hal ini maksudkan, agar jangan sampai kasus ini menjadi preseden buruk untuk generasi Buru ke depan. “ Semua bukti dokumen kami sudah serahkan dalam bentuk laporan yang kami serahkan kepada polisi di Mapolda Maluku,” ujar Husni.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Malukunews.co belum juga berhasil menghubungi Robi Nurlatu untuk dimintai tanggapannya. (Qin)