MALUKUnews, Namlea: Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Buru, Nani Rahim, mengatakan, hingga hari kedua berlangsungnya rapid test massal, hasilnya diperoleh 10 orang reaktif. Rapid test massal ini dilakukan selama enam hari, mulai Senin kemarin hingga Sabtu mendatang.

Rapid test massal ini bertempat di lapangan Pattimura Namlea, Kamis (14/05).

Jubir Nani Rahim dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Kamis, sore, mengatakan, jumlah sampel yang diperiksa pada hari ke dua ini sebanyak 68 orang. Terdiri dari 17 orang pelaku perjalanan dari Ambon dan 51 orang penduduk lokal yang bukan pelaku perjalanan. “ Penduduk lokal yang diperiksa itu adalah para tukang ojek, sopir angkot, pedagang, anggota TNI/polri dan masyarakat lain yang beraktifitas pada tempat keramaian,” ujar Nani.

Lanjut Nani, dari 68 yang diperiksa pada hari kedua ini, 6 orang menujukkan hasilnya reaktif (positif). Sedangkan pada hari pertama kemarin berjumlah 71 orang, hasilya 4 orang reaktif. “ Sehingga total hingga hari kedua ini berjumlah 10 orang reaktif,” kata Nani.

Kata Nani, masyarakat perlu ingat, bahwa hasil reaktif/positif rapid test itu ada beberapa kemungkinan, antara lain, bisa jadi betul orang tersebut telah terpapar virus SARS-Cov-2 (Covid-19), atau bisa jadi, dia terpapar dengan virus lain yang bukan Covid-19.

Misalnya, lanjut Nani, virus flu biasa atau bahkan bisa virus DBD. Sedangkan orang yang non reaktif (negatif) juga ada kemungkinan memang tidak terinfeksi Covid-19, atau kemungkinan sudah terpapar dengan Covid-19, tapi antibodinya belum terbentuk, sehingga tidak terdeteksi pada rapid test.

Untuk membuktikan itu, kata Nani, perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan dengan metode PCR. “ Selama hasil PCR belum diketahui, maka diharapkan mereka yang reaktif rapid test perlu melakukan karantina mandiri di rumah demi keamanan keluarga maupun masyarakat sekitar,” tegas Jubir Nani. (Edhy)