MALUKUnews, Namlea: Ketua Lembaga Adat Petuanan Lilialy, di Kabupaten Buru, Maluku, Yusuf Bessy, mengancam akan mempidanakan oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai Raja Petuanan Lilialy.

Untuk memperjelas Raja Petuanan Lilialy yang sebenarnya, mengacu kepada putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor: 1002/PK/PDT.2018 tentang Raja Petuanan Lilialy.

Hasil keputusan MA ini, beberapa hari lalu, Yusuf Bessy selaku Ketua Lembaga Adat Petuanan Lilialy serta pemangku adat lainnya telah mensosilisasikan keputusan MA itu kepada masyarakat.

Kegiatan sosialisasi itu diukuti pula oleh empat marga besar petuanan Lilialy, yakni Hatlessy, Tinggapy, Turaha dan Bessy, serta tamu undangan lainnya dari TNI-Polri, Pemda Buru, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama.

" Tujuan dari sosilisasi itu, supaya diketahui masyarakat luas, terutama masyarakat dalam kota Namlea dan Kecamatan Lilialy, supaya mereka tau siapa Raja Lilialy yang sebenarnya,” ujar Yusuf Bessy dalam konfrensi persnya yang didampingi para pemangku adat lainnya, berlangsung di kampus Iqra Buru, beberapa hari lalu.

Dengan kejelasan status raja petuanan ini, maka segala terkait kasus sengketa hinga kepemilikan lahan akan diselesaikan lewat jalur-jalur adat. “ Soalnya akhir-akhir ini banyak sekali persoalan perdata terjadi terkait sengketa lahan yang tak pernah seliesai, karena ada oknum-oknum yang sengaja klaim-mengklaim atas dirinya sebagai raja,” ujar Yusuf.

Lanjutnya, Persoalan kepemilikan tempat atau lahan yang berada di wilayah persekutuan petuanan Raja Lilialy, kami dari petuanan tidak pernah mencampuri, asalkan ada sertifikat kepemilikan dari badan pertanahanaserta surat pelepasan lahan dari raja petuananan Lilialy. (Red)