MALUKUnews, Ambon: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan mahasiswa Buru, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (03/11).

Dalam aksinya, para pendemo ini menuntut hakim Pengadilan Negeri Ambon, supaya segera menindaklanjuti pengusutan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Buru, Ramly Umasugi. Yakni terkait dugaan tindak pidana korupsi Sekda Kabupaten Buru yang terjadi pada tahun 2016, 2017 dan 2018, senilai Rp. 11.112.239.000.

Para pendemo ini juga mendesak Gubernur Maluku, Murad Ismail, untuk segera mencopot istri kedua Bupati Umasugi, Syainun Hentihu yang statusnya sebagai ASN karena dinilai bertentangan dengan undang-undang.

Koordinator Aksi, Suriadi Lamangga, dalam orasinya, mengatakan, dugaan korupsi bupati Buru itu merupakan kejahatan terstruktur. “ Untuk itu kami membutuhkan loyalitas dan integritas Pengadilan Negeri untuk mengusut tuntaskan kasus ini,” teriak Suriadi dalam orasinya itu. (Hasrat)