MALUKUnews, Namrole: Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Buru Selatan (Bursel, Imran Mahmud, mengakui kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, yang marak terjadi di Bursel di duga permainan pihak-pihak tertentu.

“Sejauh ini kita belum dapat mengatakan siapa yang mengotaki hal ini, namun diduga diotaki pengecer” kata Mahmud, kepada Maluku News, Selasa, 24 September 2013, di kediamannya di Fatmite.Tetapi Imran membantah ada permainan yang dilakukan dari dinas yang dipimpinnya. “Silahkan telusuri, di dinas saya, saya pastikan tidak ada” ujarnya.

“Sementara belum diketahui persis siapa otak dibalik kelangkaan BBM jenis premium ini, kita tidak bisa Asal Bunyi (Asbun) saja, tapi disertai bukti juga. Menimbun BBM subsidi hukumnya pidana” tutur orang nomor satu di dinas ESDM itu.

Imran mengakui, penyebab sering terjadinya kelangkaan karena kelemahan ESDM untuk mengawasi penyaluran BBM. Kelangkaan ini sengaja dimainkan oknum tertentu secara kontinu, dengan cara menimbun dan ketika kelangkaan terjadi baru dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dari 12.000-15.000/­liternya.

Selain upaya tersebut, kedepan diupayakan kerja sama yang baik dariSyahbandar untuk mengawasi langsung landen ketika sandar di pelabuhan. Lokasi di pelabuhan merupakan kewenangan Syahbandar. Imran juga menyesalkan sikap syahbandar Bursel yang dinilai kurang proaktif. Pasalnya undangan rapat yang ditujukan ke syahbandar beberapa kali tak mendapat respon positif. Menurutnya, BBM Subsidi ditujukan kepada masyarakat (pemakai air). Dirinya mengakui sebenarnya pengecer BBM itu tidak diizinkan, tapi dengan adanya kebijakan yang memperbolehkan pengeceruntuk menjual BBM, sangat membantu memperlancar penjualan BBM jenis premium, namun tidak boleh menjual melampaui HET.

Untuk itu pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan rapat dengan tim pengawas BBM antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bursel, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI/Polri untuk segera mengawasi hal ini. Bagi pengecer yang ditemukan melakukan penimbunan akan dikenakan sanksi tegas, yang berdampak bagi ditutupnya usaha dan dilaporkan ke kepolisian. (Yuli)