MALUKUnews, Ambon: Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA), Hamja Loilatu, yang juga putra Buru Selatan (Bursel), mengajak masyarakat untuk melawan politik dinasti yang saat ini sedang terjadi di Bursel. Demikian yang disampaikan Loilatu dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Rabu (04/12).

Bupati Bursel, Tagop Soulisa, yang akan mengahkhiri masa jabatan dua periodenya pada tahun 2020 mendatang, mulai menerapkan politik dinasti. Yakni, dengan mengorbitkan istrinya Safitri Malik Soulisa, untuk maju menjadi calon bupati Bursel menggantikan dirinya. “ Tagop sengaja ingin merawat dan membangun sistim dinasti politik di Bursel, ini harus kita dilawan,” ujar Loilatu.

Fakta membuktikan, kata Loilatu, bahwa pada Pemilu 2014 lalu, Bupati Tagop telah mengantarkan isrtinya Safitri Malik Soulisa duduk di DPRD Maluku. Dan pada Pemilu 2019 kemarin, adiknya bernama Arni Hasanah Soulisa juga berhasil masuk DPRD Maluku mewakili masyarakat Buru dan Bursel.

Selanjutnya pada Pilkada Bursel 2020 mendatang, istri Bupati Safitri Malik Soulisa didorong maju merebut orang nomor satu di Bursel untuk menggantikan suaminya. “ Apakah ini bukan politik dinasti namanya. Saya selaku putra Bursel merasa sedih atas sikap bupati yang tidak mau memberikan kesempatan kepada putra-putri Bursel lainnya untuk ambil bagian membangun daerahnya,” ujar Loilatu.

Saya mengajak semua masyarakat Bursel yang peduli dengan daerahnya, supaya segera bangkit untuk menghentikan sistim politik dinasti yang saat ini dibangun di Bursel. " Jangan kita biarkan hal ini terjadi, karena bisa menjadi preseden buruk untuk kelangsungan perpolitikan di Bursel dimasa kini dan masa akan datang,” ujar Loilatu pernuh prihatin. (MN-01)