MALUKUnews, Ambon: Hingga saat ini, Jabatan Wakil Bupati Buru Selatan, belum juga terisi pasca sepeninggal almarhum Arkilaus Solisa yang tutup usia beberapa waktu lalu sehingga Bupati Buru Selatan Tagop Solisa Sudarsono masih memimpin sendirian di bumi Lolik Lalin Fedan Fenan itu.

Saat ini, jabatan tersebut, masih berproses di partai koalisi, PDI Perjuangan, PKB, Hanura, Nasdem, PPP, PAN dan Golkar, Demokrat, untuk menentukan siapa calon yang akan mendapingi Tagop disisa masa jabatan dua tahun ini.

Bupati Tagop Sudarsono yang dikonfirmasi awak media di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (13/8) berharap agar partai koalisi secepatnya menentukan calon pendampingnya.

"Sudah diserahkan ke koalisi, karena ini merupakan kewenangan koalisi, sampai hari ini koalisi belum melakukan rapat terkait hal tersebut,"ujar Sudarsono kepada awak media di kantor Gubernur, selasa (13/08).

Dikatakan, dari beberapa nama yang diusulkan partai koalisi, dirinya hanya menentukan dua nama, yang akan diusulkan ke DPRD untuk dilakukan proses pemilihan.

"Dari sekian nama-nama diusulkan, nanti saya pilih dua orang itu, yang kemudian diusulkan ke DPRD untuk dipilih,"ujarnya.

Ditanya dua nama tersebut, Tagop mengungkapkan belum ada, karena semua partai koalisi mengiginkannya.

"Sampai saat ini belum, karena mereka adalah partai koalisi, dan mereka punya hak yang sama, walaupun saya merupakan kader PDIP, saya ingin PDIP ada disitu juga, tetapi partai-partai yang lain juga punya hak, tetapi kalau misalnya dalam pemilihan di koalisi merujuk salah satu kemudian diusulkan, saya kira biar tidak ada polemik, biar lebih cepat. Tetapi kalau semua partai koalisi mengusulkan tentu saya pusing juga, mau pilih yang mana tetapi saya akan pilih yang terbaik,"tuturnya.

Menurutnya, nama-nama yang diusulkam oleh partai koalisi harus memiliki kemampuan, pengalaman, dan mempunyai kapasitas dan kredibilitas menjadi Wakil Bupati.

"Bukan hanya sekedar menjadi wakil saja, tetapi juga menjadi pendamping bagi saya, dalam rangka menjalankan tugas dan tanggungjawab pemerintahan selama dua tahun terakhir ini,"ucapnya.

Disingung mengenai aturan, jelasnya jika masa jabatan tersisa 18 bulan lagi, maka tidak akan ada lagi Wakil Bupati.

Untuk itu, proses pengusulan nama-nama dari partai koalisi bisa dilakukan secepatnya. Mengingat saat ini masih tersisa 2 tahun atau 24 bulan lagi.

"Masa jabatan masih dua tahun lagi, jadi masih bisa. Tapi langlah baiknya ada Wakil, karena pelaksanaan tugas dan tanggungjawab pemerintah kan banyak, belum lagi setiap acara di pusat, Provinsi kemudian di kecamatan. Saya sendiri menghandel kegiatan tsrsebut, tentu tidak mampu,"tandasnya.

Untuk itu, dirinya berharap partai koalisi mempercepat proses pengusulan nama-nama yang nantinya ditetapkan menjadi pendampingnya. (RUZ)