MALUKUnews, Ambon: Ketua LSM Ampera Maluku, Abas Souwakil, mengkritisi kenerja Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Tagop Solisa selama 10 tahun kepemimpinnya.

Menurutnya, selama dua periode masa kepemimpinannya, Tagop dinilai tidak berhasil alias gagal mewujudkan visi-misinya untuk membangun Bursel yang lebih baik. Demikian yang disampikan Abas Souwakil kepada Malukunews.co di Ambon, Rabu (29/01).

Kata Souwakil, pembangunan di Bursel selama ini tidak dibangun secara merata, padahal masa jabatan Tagop cukup panjang yakni selama 10 tahun.

Pada Pilkada 2020 ini, lanjut Souwakil, masyarakat harus menentukan nasib Bumi Fuka Bupolo ini, yakni dengan memilih bupati yang mempunyai kemampuan dan kesanggupan yang bisa membawa arah Bursel menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Lanjut Abas, selama 10 tahun memimpin Bursel, Tagop dinilai tak bisa berbuat banyak untuk ekmajuan Bursel. Semoga pemimpin Bursel berikutnya jangan lagi mengulangi hal serupa yang dilakukan bupati saat ini. “ Saya kira kepemimpinan Tagop ini adalah contoh terburuk yang diperlihatkan kepada masyarakat Bursel,” ujar Souwakil. (Mony/ Kis).