MALUKUnews, Namrole: Kabar naiknya air laut dan ombak besar (tsunami) yang menghantam pesisir pantai Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) membuat warga setempat panik, Kamis (24/01).

Akibat info tersebut masyarakat kota Namrole berhamburan ke jalan-jalan untuk menyelamatkan diri. Ada yang berjalan menuju ke daerah Kilometer 3 Kota Namrole, ada juga yang memilih tetap berada di lokasi sekitar rumahnya sambil berjaga-jaga.

Pantauan media ini, kejadian ombak besar yang menerjang Kota Namrole ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIT, Kamis (24/01) pagi dini hari. Masyarakat yang panik berhamburan di jalan-jalan dan lorong-lorong dengan membawa tas-tas gandengan yang diduga berisi surat-surat penting.

Ada juga yang membawa anak-anak menggunakan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat maupun berjalan kaki menuju lokasi kilo 3 yang memiliki dataran yang lebih tinggi, dan dianggap dapat memberikan rasa keselamatan lantaran daerah tersebut bergunung. “ Katong panik dengan berita air naik, bagaimana seng tadi tetangga toki pintu pintu dan bilang kalau air di pantai naik, katong langsung ambil surat-surat penting dan mengungsi ke dataran yang lebih tinggi,” kata Ruri, salah satu warga Desa Labuang yang ikut mengungsi ke Pendopo Bupati di Kilo tiga, Desa Labungan, Kamis (24/01).

Menurutnya, masyarakat Namrole panik dan sangat sensitif dengan info air naik apalagi terjadinya air naik tersebut sudah tersimpan dibenak semua orang dengan banyak peristiwa sunami yang sudah terjadi di negara ini.

“Panik, beta sudah kontak sudara-sudara dong untuk mengungsi,” ucapnya sambil berjalan menuju pegunungan sekitar pendopo Bupati.

Sementara berdasarkan rilis dari Badan Meteorlogi Klimatologi Dan Geofisika Stasiun Geofisika Ambon telah terjadi gempa dengan kekuatan 3,4 Skala Richter, Kamis (24/01/2019) dengan waktu gempa terjadi sekitar puku 01.06.51 WIT pada titik koordinat 4.04 LS – 126.56 BT dengan kedalaman 31 Kilometer barat daya Namrole, Kabupaten Bursel.

Dari hasil permodelan BMKG, gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Sementara, Kepala Badan Bencana Alam Kabupaten Bursel Awat Mahulaw yang di hubungi pagi tadi mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusak yang terjadi baik di namrole maupun di kecamatan – kecamatan lainnya. “Belum. Belum ada kabar, mungkin siang-siang sadikit,” ujar Mahulau singkat.

Untuk diketahui, saat ini kondisi Kota Namrole sudah aman, masyarakat yang mengungsi mulai berangsur-angsung pulang ke rumahnya masing-masing dan melakukan aktifitas seperti biasanya.

Ombak besar yang tadinya menghantam pesisir pantai mulai meredah dan normal. Hingga berita ini di publikasikan tidak terdapat korban jiwa maupun harta benda. (Nardo)