MALUKUnews, Ambon: Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) berlangsung ricuh. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (19/07).

Sebelum melakukan pembagian BLT yang berlangsung di balai desa itu, sebagian warga yang merasa namanya tidak berada di daftar calon penerima, langsung protes dan diikuti oleh warga lainnya. Suasana pun seketika menjadi ricuh.

Dalam video singkat yang diterima Malukunews.co, Rabu (22/07), terlihat, seorang ibu dan sejumlah pemuda tampak ngamuk di depan utusan pemerintah desa dan Badan Permusyawatan Desa (BPD) yang saat itu hendak melakukan pembagian BLT.

Dalam tayangan video itu, proses pembagian sempat terganggu, akibat protes warga itu.

Seorang warga yang mengaku dari Desa Wamkana berusaha menghubungi Malukunews.co, via WhatsApp untuk melaporkan peritiwa kericuhan itu.

Menurutnya, kericuhan itu terjadi, akibat pemerintah desa dianggap tidak transparan dalam menentukan para calon penerima BLT itu.

“ Awalnya, pemerintah desa dan BPD menjajikan untuk melakukan musyawarah bersama warga untuk menentukan, siapa saja calon penerima BLT, namun janji itu tidak ditepati. Ternyata nama-nama calon penerima itu sudah ditentukan secara diam-diam oleh pemerinath desa dan BPD. Mereka tidak transparan,” ujar sumber Malukunews.co dari Desa Wamkana yang minta namanya tidak disebutkan.

Lanjutnya, warga protes protes, karena mereka juga merasa diri tidak mampu tapi namanya tidak ada sebagai calon penerima BLT itu,” ucap sumber itu.

Sementara itu, hingga berita ini dipublikasi Malukunews.co belum berhasil menghubungi pihak pemerintah desa maupun BPD Wamkana untuk konfirmasi. (Mar)

Silahkan nonton vidionya di Malukunews TV, dengan klik disini: https://www.youtube.com/watch?v=b9S8-pjJp6Y