MALUKUnews, Ambon: DPD GARDA NKRI Maluku, mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses salah satu Caleg DPRD Bursel terpilih dari partai NasDem, berinisial AGR, yang diduga menggunakan ijazah palsu untuk proses pencalonannya pada Pemilu kemarin. AGR adalah Caleg dari Dapil Namrole-Fenak Fafan.

“ Polisi harus bergerak cepat untuk membuktikan yang bersangkutan menggunakan ijazah palsu atau tidak, sehingga jangan sampai terjadi fitnah maupun terjadi polemik luas di masyarakat,” demikian penegasan Ketua DPD GARDA NKRI Maluku, Zen Lelangwayang dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Jumat (06/09), malam.

Kata Zen, demokrasi harus dibangun dengan prinsip-prinsip yang benar dan konstitusional. Ini penting, agar kualitas demokrasi kita bisa terjaga kualitasnya. "Peradaban demokrasi yang kita harapkan bisa dihadirkan lewat mekanisme pemilu legislatif, namun justru tercoreng dengan penyalagunaan dokumen negara dengan dugaan melakukan pemalsuan ijazah,” ujarnya.

Lanjut Zen, polisi harus periksa semua pihak yang terkait, dan panggil pimpinan partai dan jajaran dibawahnya yang melakukan proses verifikasi berkas dan meloloskan yang bersangkutan. Panggil dan periksa juga komisioner KPUD Buru Selatan. “ Kenapa bisa ada orang yang mengikuti proses pencalegan dengan menggunakan ijazah palsu itu bisa diloloskan,” tegas Zen.

Zen juga mencurigai, ada mafia pemilu yang bermain dalam proses ini. Ada pihak-pihak yang dengan sengaja menggunakan otoritasnya untuk meloloskan yang bersangkutan dengan kompensasi politik. Ini problem krusial, harus menjadi perhatian semua pihak di Maluku, terutama aparat penegak hukum dan teman-teman pers serta NGO yang fokus dalam urusan-urusan kepemiluan.

"Kalau pihak kepolisian dan penyelenggara Pemilu (KPUD dan Bawaslu) di Buru Selatan tidak bisa menindaklanjuti tuntutan ini, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran sekaligus membawa masalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) di Jakarta," ancam Zen. (Red)