MALUKUnews, Namrole: Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan nomor urut 1, Hadji Ali-Zainudin Booy (Anak Kampong) resmi melaporkan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, Camat Kepala Madan, Masri Mamulaty dan Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Buru Selatan nomor urut 3, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES) ke Bawaslu. Mereka dilaporkan kerena diduga telah melakukan tindak pidana pemilu.

Pasangan Anak Kampong didampingi Tim Hukumnya datang ke Bawaslu Bursel dengan membawa 3 laporan dan 1 surat pemberitahuan dan permohonan, Kamis (15/10).

Tim Hukum Pasangan Anak Kampong itu terdiri dari, Vence Titawael (Ketua), Barbalina Matulessy, Ervina Humasan, Ahmad Nurlatu dan Indra Tasane. Mereka ditemani Ketua Tim Paslon Anak Kampong Sami Latbual.

Turut didampingi dua tim pemenangan Anak Kampong lainnya, adalah fungsionaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan, Sunardi Gurah Mamulaty dan Betsy Anna Salomi Tasaney.

Ketua Tim Pemenangan Anak Kampong, Sami Latbual, menyodorkan bukti kepada Bawaslu terkait penggunaan kendaraan roda empat maupun speedboad yang digunakan selama kampanye disertai bukti copy STNK yang dilakukan oleh pasangan SMS-GES.

Disamping itu, turut disampaikan permohonan, agar pihak Bawaslu pun dapat lebih pro aktif untuk mengecek setiap kendaraan yang digunakan oleh pasangan SMS-GES dan timnya. Termasuk Bupati, Tagop Sudarsono Soulisa.

Latbual mengaku kalau temuan pihaknya banyak sekali, kendaraan roda empat yang digunakan dengan cara mengganti plat merahnya dengan plat hitam."Agar bisa memastikan bahwa kendaraan itu adalah kendaraan dinas milik negara, maka harusnya STNKnya juga diperiksa, karena jika sudah diganti plat nomornya, pasti tidak bisa difoto dengan plat merah, karena telah menggunakan plat hitam. Padahal kita tahu persis itu kendaraan dinas," bongkar Latbual. (Edhy)

Tonton berita vidionya di MALUKUNEWS TV. Kli saja disini: https://www.youtube.com/watch?v=i2hdpC10fFE