MALUKUnews, Ambon: Aksi penolakan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Buru Selatan, yang mendesak DPP PDI Perjuangan tidak merekomendasikan Safitri Malik Soulisa di Pilkada Bursel 2020, cukup berdampak.

Salah satu dampak dari aksi tersebut yakni membuat sejumlah partai politik (parpol) lain mulai ragu untuk memberi rekomendasinya kepada istri Bupati Bursel, Tagop Soulissa itu.

Informasi yang diterima Malukunews.co dari Jakarta menyebutkan, para petinggi sejumlah parpol yang sebelumnya bersimpati dengan Safitri mulai bertanya-tanya. Apakah Safitri itu betul ditolak oleh para kader PDI Perjungan Bursel ?.

“ Kami mau cek dulu kondisi lapangan, apakah penolakan terhadap Safitri itu benar terjadi ? Kami harus cek sebelum kami mengambil keputusan untuk memberikan rekomendasi untuk Ibu Safitri,” ujar petinggi salah satu parpol di Jakarta kepada perwakilan partainya di Maluku yang sempat terekam Malukunews.co, Senin (17/02), sore.

Sementara itu, Malukunews.co, menghubungi salah satu pengurus DPC PDI Perjuangan Bursel, Benjamin Seleky, mengatakan, seluruh PAC memang telah menyatakan supaya DPP PDI Perjuangan tidak memberi rekomendasinya kepada Ibu Safitri. Alasan kami itu jelas, dan seluruh alasan itu kami sudah tuangkan dalam penyataan sikap kami yang sudah dikirim ke Ketua Umum DPP, Ibu Megawati Soekarno Putri di Jakarta.

“ Kaputusan menolak Ibu Safiri itu kami putuskan secara bersama oleh 6 PAC dan DPC dalam rapat yang dilakukan di Sekretariat DPC PDI Perjaungan Bursel pada pada Tanggal 12 Pebruari 2020 lalu. Bahkan rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC Madoli Sangadji dan Sekretarisnya Orpa Alsilani Seleky,” ujar Benjamin saat dihubungi Malukunews.co, Senin, sore ini. (Qin)