MALUKUNEWS, Dobo: Pasca penangkapan terpidana korupsi APBD Tahun 2006-2007 senilai Rp. 42.5 Miliar, Bupati Kepualauan Aru, Theddy Tengko, kini kasus lain seperti dugaan korupsi dana MTQ Tingkat Provinsi Maluku di Dobo Tahun 2011 lalu mulai digulirkan kembali. Sejauh ini masyarakat curiga dengan penyidik Polda Direskrim Maluku yang selama ini belum mengungkap kasus dugan korupsi dana MTQ itu. Ada dugaan penyidik telah terpengaruh dalam irama politik yang saat ini dimainkan oleh kelompok tertentu yang tidak sejalan dengan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Umar Djabumona. “ Kami melihat seperti itu, karena dalam kasus MTQ Tingkat Provinsi Maluku di Dobo Tahun 2011 lalu yang harus bertanggung jawab adalah panitia pelaksana, bukan pemerintah daerah. Apalagi sampai sekarang belum dilakukan pembubaran panitia,” Kata Thomas Benamen, Ketua Yayasan Jar Garia, Kabupaten Kepulauan Aru, Jumat, hari ini. Penyidik Polda, kata Benamen diminta untuk netral dan tidak terjebak dalam situasi tersebut. “ Kami berharap penyidik Polda tetap netral. Untuk itu, harus dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh panitia termasuk Sekretaris Daerah Aru selakui ketua panitia. Bukan seperti yang kemarin-kemarin yang diusut dan diaudit hanya bidang konsumsi dan akomodasi saja. Sedangkan bidang lainnya tidak,” ujarnya. Untuk diketahui pada saat Umar Djabumona, S.Sos sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Aru, pemerintah daerah setempat dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksaan MTQ Tingkat Provinsi Maluku. Kegiatan tersebut berjalan aman, sukses dan lancar. Bahkan Kabupaten Kepulauan Aru, tuan rumah keluar sebagai juara umum dengan predikat terbaik. (Soy)