MALUKUnews, Dobo: Kapolres Aru, AKBP Moh Roem Ohoirat menyesalkan, sikap Pemkab Kepulauan Aru dan DPRD Aru yang hingga kini tidak memperdulikan nasib para pengungsi, terutama warga Desa Juring yang sudah enam hari ini masih menempati aula Mapolres Kepulauan Aru.

Kata Kapolres, sepert dikutif dari Siwalima, di ruang kerjanya menjelaskan, sejak 21 September 2013 pengungsi berada di Mapolres Aru hingga 24 September barulah Dinas Sosial kabupaten setempat menunjukan aksi sosialnya dengan melakukan kunjungan ke Mapolres Aru dan membantu berupa sembako bagi para pengungsi.

“Tiga hari sebelumnya semua beban makan-minum dan lainnya ditanggung oleh kita Mapolres Kepulauan Aru,”cetusnya.

Ia mengakui, hingga kini tak ada satupun pejabat di Pemkab Aru yang melihat nasib para pengungsi tersebut. Bahkan tidak ada yang mendatangi pihak Polres untuk melakukan koordinasi.

Beda lagi dengan DPRD Aru, katanya, yang sampai hari ini tidak satu pun anggota atau pimpinannya menjenguk atau melihat kondisi para pengungsi di Mapolres Kepulauan Aru. sementara pengungsi adalah bagian dari warga dan rakyatnya, dan juga merupakan rakyatnya di daerah konsistuen anggota DPRD Aru tersebut.

Dikatakan, pengungsi ini adalah rakyat mereka yang berasal dari wilayah konsistuen mereka juga, sehingga mereka berkewajiban untuk melihat masalah ini, dan bersama-sama pemkab mencari solusi terbaik guna mengatasi masalah pengungsi.

Ditambahkan, DPRD Aru lebih berfokus pada kepentingan politiknya menjelang pemilu legislatif 2014 mendatang. Buktinya, pihaknya sudah berulang kali melakukan koordinasi namun tidak ada respon.

“Saya sendiri jadi bingung, karena sampai saat ini tidak ada satu pun anggota DPRD Aru ada di kota Dobo, entah kemana mereka semua selama hampir sepekan ini,”ungkapnya. (S5)