MALUKUnews, Dobo: Sebanyak 10 Anak Buah Kapal (ABK) KM. Sumberjaya Makmur 08, kapal penangkap cumi yang beroperasi di Perairan Laut Aru, minta dipulangkan. Mereka tak tahan bekerja diatas kapal yang selama dua bulan berada di perairan Laut Aru, Maluku.

Para ABK itu nekat turun dari kapal dengan menumpang speed boat warga, dan kemudian mereka di bawa ke ke Desa Ngaibor, Kecamatan Aru Selatan. Mereka kemudian menumpang kapal cepat ke Kota Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepualuan Aru.

10 ABK yang adalah orang Jawa ini, kemudian mendatangi Dinas Nakertrans dan Dinas Sosial Kepualauan Aru untuk melaporkan keluhan mereka yang selama dua bulan dipekerjakan di atas kapal itu.

Kepada Malukunews.co di Dobo, Senin (09/09), siang, 10 ABK ini mengeluhkan jam kerja mereka di atas kapal 24 jam full. Mereka dipaksa bekerja biarpun sakit. Ketersediaan obat diatas kapal juga terbatas. Bahkan terjadi kecurangan saat penimbangan hasil tangkapan cumi. “ Kami sudah beberpa kali minta ijin untuk pulang, tapi nahkoda mengancam akan menurunkan kami disalah satu pulau yang tak berpenghuni yang ada di Kepualauan Aru,” ujar Alifudin, salah satu ABK itu.

Lanjutnya, kebanyakan dari kami tidak dilengkapi surat administrasi layaknya seorang ABK. Kini 10 ABK itu sedang berada di Kota Dobo dan tidak punya biaya untuk balik ke Jawa. “ Kami semua ini berangkat dengan KM. Sumberjaya Makmur 09 ini dari pelabuhan di Jakarta,” ujar Alifudin. (Latif)