MALUKUnews, Ambon: Asisten Deputi Pendayagunaan Iptek Maritim, Dr Nani Hendiarti, mengatakan, masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama, dan masalah sampah plastik juga sudah menjadi isu nasional yang harus segera ditangani.

Sampah terutama plastik, sangat berdampak negatif pada ekonomi (destinasi wisata bahari), serta berdampak pula pada manusia. Hendiarti juga mengatakan, kegiatan bersih pantai sini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI terkait gerakan revolusi mental Indonesia bersih. Penegasan Asisten Deputi Nani Hendiarti ini disampikan saat acara gelar kegiatan bersih pantai di Ambon oleh organisasi Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), Sabtu (09/11).

Kegiatan bersih pantai ini bertemakan Iptek Untuk Pengembangan Industri Maritim Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam sambutannya, mengapreasiasi kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-16 yang di adakan di Ambon oleh Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) dengan mendorong Maluku sebagai Provinsi Maritim. “ Provinsi Maluku ini memiliki keungulan di bidang kelautan sanggat penting, karena sebagai negara Kepulauan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam sektor kemaritiman,” ujar Murad.

Saat ini pemanfaatan potensi maritim di Maluku masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. “ Untuk itu peningkatan kemajuan serta pemerataan pembangunan kemaritiman adalah hal yang utama," ujarnya.

Potensi ekonomi maritim Indonesia terdiri dari kekayaan laut yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, berupa Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui.

SDA yang dapat diperbaharui itu seperti ikan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut dan produk bioteknologi. “ Ada juga sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, timah, bijih besi, bauksit dan mineral serta potensi kelautan antara lain pasang surut," kata Gubernur Murad. (Nona)