MALUKUnews, Ambon: Badan Metereologi, Klimatolohi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilisnya usai gempa tektonik magnitudo, 5,1 yang terjadi di Ambon, Selasa (12/11), pukul 19:10:42 WIT, atau pukul 17.10.42 WIB.

Inilah rilis resmi itu yang disampikan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST,, Dipl. Seis., M.Sc. yang diterima Malukunews.co, Selasa (12/11), malam.

Rilis tersebut kami tampilkan secara utuh:

Kejadian dan Parameter Gempabumi:

Hari Selasa, 12 November 2019 pukul 17.10.42 WIB wilayah Ambon diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.49 LS dan 128.35 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 km arah Timur Laut Kota Ambon, Maluku pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike Slip )

Dampak Gempabumi:

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Ambon & Kairatu IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Liang III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Gempabumi Susulan:

Hingga hari Selasa, 12 November 2019 pukul 17.59 WIB, Hasil analisis BMKG, gempabumi ini masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempabumi susulan yang terjadi di Ambon. Sejak tanggal 26 September 2019 telah tercatat aktivitas gempabumi susulan sebanyak 2140 kejadian.

Rekomendasi:

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (***)