MALUKUnews.co, Ambon: Setelah melewati proses evaluasi yang panjang, akhirnya Kota Ambon menerapkan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan langsung menyentuh RT/RW yang ada di Kota Ambon.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan penerapan ini disesuaikan dengan Instruksi Walikota Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM skala mikro sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), nomor 12 tahun 2021, dan juga instruksi Gubernur Maluku nomor 1 tahun 2021.

“Ini penting untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Kelurahan, Desa/Negeri serta RT/RW,” kata Adriaansz kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (21/06).

Menurut Joy, dukungan penuh semua pihak terutama masyarakat, sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Ambon, dalam mensukseskan penerapan PPKM berbasis mikro. "Ini demi kebaikan bersama, agar secepatnya terbebas dari penyebaran Corona," paparnya.

Dijelaskan Joy, dalam penerapan PPKM ada beberapa mekanisme yang dilakukan untuk melakukan pengawasan, salah satunya koordinasi melalui posko ditingkat RT, RW, Kelurahan, Desa dan Negeri.

“Pemerintah Desa/Negeri dan Kelurahan membentuk Posko di tingkat RT/RW, ini khusus bagi wilayah yang belum membentuk posko, sedangkan bagi yang sudah membentuk posko, agar lebih ditingkatkan lagi fungsi dan pengawasan," ujarnya.

Dalam menjalankan fungsi posko di tingkat RT/RW, maupun Desa/Negeri dan Kelurahan, pihak terkait pada posko dimaksud harus berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid 19,Kota dan Provinsi, serta aparatur TNI/Polri.

“Selain PPKM Mikro, Pemkot Ambon sampai tingkat RT/RW, Desa/Negeri dan Kelurahan akan terus intensifkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta penangangan kesehatan berupa 3T; yakni Tracking, Tracking, dan Treatment,” terangnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menambahkan telah diatur surat edaran yang mengatur tentang jam-jam operasional untuk seluruh ijin usaha yang ada di Kota Ambon, termasuk yang sudah terlanjut dibuka.

“Berdasarkan surat edaran ini kita akan mengembalikan lagi jam-jam operasional seperti yang di awal, misalnya sah suntik mal-mal, supermarket, mini market, hypermart, kemudian indomaret, kemudian alfamidi yang sebelumnya itu buka sampai dengan jam 22:00 WIT malam, kita kembalikan ke jam 21:00 WIT, begitu juga SPBU kembali ke jam 21:00 WIT.

Kuliner kita kembalikan ke 23:00 WIT, karena kita masih mempertimbangkan penanganan covid-19 juga harus diikuti dengan bagaimana upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Adriaansz.

Dia menambahkan, PPKM Mikro, yang telah diterapkan sejak 14 Juni hingga 28 Juni 2021 itu, dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian tingkat RT, dengan ketentuan masing-masing sesuai zonasi, baik zona hijau, kuning, oranye, dan merah. (Rat)