MALUKUnews.co, Ambon: Dalam upaya pengendalian Covid-19 dan pengadaan mudik lebaran idul fitri 1442 Hijriah selama bulan suci ramadhan. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lewat Satuan Tugas (Satgas) covid-19 Kota Ambon mewajibakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi para pelaku perjalanan mudik.

" Pelaksanaan SIKM di Kota Ambon sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Maluku, Murad Ismail. Dan juga arahan dari Presiden kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi bahkan Pemerintah daerah untuk mengendalikan membludaknya pelaku perjalanan di masa-masa mudik hari raya idul fitri 1442 hijria," ujar Koordinator Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Lukuhai, kepada wartawan di balai Kota, Jumat (07/05).

Untuk itu, kami diberikan tugas untuk wilayah maluku khususnya Kota Ambon mengeluarkan SIKM. Dan sampai sejauh ini terhitung dari tangal 6 ke marin, surat masuk yang di setujui 49 sementara yang ditolak 18 jadi jumlah total sekitar 67. " Sedangkan surat keluar itu 91 yang disetujui sedangkan 17 yang ditolak jadi total 108," ucapnya.

"Alasan kenapa ditolak, karna sesuai dengan yang dikecualikan oleh Pemerintah jika tidak melakukan perjalanan dinas atau kepulangan mendesak seperti keluarga kandung yang sakit misalnya itu juga harus ada surat keterangan (Suket) dari dokter atau Rumah Sakit setempat. Begitu pun kalau ada yang meningal harus ada juga keterangan kematian, itu arahan yang kami terima dari koordinator SIKM dalam hal ini Kadis Komunikasi dan Imformasi (Komimfo).

Ini alasan-alasan yang kemudian ditolak atau pun tidak melakukan perjalanan. Karna yang diperbolehkan melakukan perjalanan itu seperti distribusi logistik bahan makanan, selain dari itu tidak bisa.

"Dan semua pos-pos pintu keluar itu dijaga oleh Pemerintah setempat baik TNI, Polri Satpol PP yang akan dijaga. Dan SIKM ini berlaku khusus bagi yang dikecualikan itu, sesuai dengan imformasi dari tim percepatan covid-19 secara Nasional yang diumumkan lewat media massa," tutup Richard. (Rat)