MALUKUnews, Ambon: Walikota Ambon, Richard Louhe­napessy mengakui, kerusakan rumah di Negeri Seilale saat bencana banjir dan tanah longsor menimpa kawasan itu pada 30 Juli 2013 lalu ternyata cukup berat.

Olehnya ia mengatakan, 18 KK yang menempati kawasan itu sudah harus direlokasi. Soal dimana lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi, Walikota akan membicarakan hal itu dalam waktu dekat dengan Pemerintah Negeri dalam hal ini Raja Seilale.

“Saya juga memang baru lihat lokasi bencana di Seilale itu, ternyata bencana yang terjadi di situ cukup berat, dimana rumah-rumah semua rusak berat,” jelasnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Maluku ini mengatakan, dirinya baru meninjau lokasi bencana di Seilale disebabkan pemerintah kota dan provinsi sudah membagi tugas yang mana untuk kawasan Nusaniwe atau seperti bencana di Seilale menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.“Karena antara pemkot dan pemerintah provinsi telah membagi tugas, dan untuk desa Seilale ditangani oleh pemerintah provinsi,” katanya.

Meski demikian menurut Walikota, setelah dirinya meninjau kawasan Nusaniwe, ternyata tidak hanya kondisi tersebut dialami Negeri Seilale, tapi ada juga di Dusun Eri dan di Amahusu. “Ternyata setelah ditinjau jumlah kepala keluarga mulai dari SEilale, Eri sampai Amahusu ada terdapat 38 KK yang kondisinya parah. Ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Untuk penanganan, Walikota menambahkan, pemkot sudah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait. (S5)