MALUKUnews, Ambon: Eksekusi rumah di kawasan Tanah Rata, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, berlangsung ricuh. Seorang ibu, pemilik rumah, mengamuk saat petugas datang mengeksekusi rumahnya. Untuk memperlancar eksekusi itu, petugas kemudian mengeluarkan sang ibu secara paksa dari rumah itu. Rabu (02/10), siang.

Eksekusi rumah milik keluarga Kaliky ini dilakukan sesuai putusan Pengadilan Negeri Ambon yang memenangkan Wabula, yang juga adalah bos Hotel Amans, selaku pemilik lahan diatas bengunan rumah itu. Dalam eksekusi ini polisi juga menangkap sejumlah warga karena dianggap menghalang-halangi jalannya proses eksekusi.

Meski diwarnai isak tangis ibu dan anak-anak keluarga Kaliky, namun aparat kepolisian tetap mengeluarkan mereka dari rumah dan meneruskan proses ekseskusinya. Pemilik rumah dibantu warga menolak eksekusi itu, karena menilai dalam putusan Mahkamah Agung menyebutkan, sengketa tanah itu berada di Tantui bukan di Negeri Batu Merah,sehingga pemilik rumah dan warga pun mempertanyakan lokasi obyek sengketa itu. “ Kami juga memiliki sertifikat atas tanah dan rumah ini. Saya tidak terima rumah saya dieksekusi,” teriak pemilik rumah itu.

Setelah beberapa menit, rumah parmanen yang dieksekusi itu kemudian rata dengan tanah. Menurut rencana lahan, lokasi eksekusi ini nantinya akan dibangun super market. (Tiar/Shella)