MALUKUnews, Ambon: Federasi Pertambangan dan Energi –Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FPE-SBSI) yang berada di bawah naungan PT. PLN (persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, sesuai kesepakatan bersama anggotanya, telah menyatakan mundur dari Konfederasi Serikat Buru Sejahtera Indonesia Provinsi Maluku. Surat pernyataan pemunduran itu telah disampaikan kepada Koordinator Wilayah KSBSI Maluku, dengan nomor surat 003/AMB/III/2013, tertanggal 15 April 2013 lalu, yang ditandatangani M. Jasu Assel selaku Ketua dan Ricky Risamena sebagai Sekretarisnya.

Surat permohonan FPE-SBSI yang disampaikan itu kemudian diresponi oleh KSBSI Maluku, bahwa surat permohoan tersebut telah diterima. “ Kami atasnama lembaga dan anggota KSBSI Maluku mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdian saudara selama menjadi anggota maupun pengurus PK FPE-SBSI, selanjutnya saudara tidak lagi diizinkan mengunakan nama SBSI dalam bentuk apapun,” demikian bunyi isi surat balasan dari KSBSI Maluku yang ditandatangani Ketuanya Yeheskel Haurissa dan Sekretaris Yansye Tomasoa.

Kepala Cabang PT. PLN (Persero) Area Ambon, Helmi Bantam, mengatakan, atas pengunduran diri FPE-SBSI dari KSBSI itu, maka secara otomatis outsorsing tidak ada lagi di PLN. Para tenaga kerja di PT. PLN (Persero) Area Ambon maupun di PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, lebih puas digaji langsung oleh PLN, karena mereka merasa lebih untung ketimbang memperoleh upah outsorsing. “ Para tenaga kerja PLN ‘ outsorsing’ lebih nyaman dan bersyukur bekerja dengan digaji Rp. 2.500.000 per bulannya,” ungkap Bantam kepada Malukunews.co di ruang kerjanya, Kamis, sore, kemarin.

Lanjut Bantam, ia pun menekankan kembali, bahwa FPE-SBSI itu sudah tidak ada lagi, maka tentu tidak ada lagi orang yang bertindak ataupun mewakili mengatasnamakan FPE-SBSI itu sendiri. “ Saya sampaikan ini supaya semua orang juga bisa tau,” kata Bantam dengan tegasnya. (Qin)