MALUKUnews, Ambon: Walikota Ambon, Rochard Louhenapessy, resmi menutup tempat lokalisasi Tanjug Batu Merah di Ambon.

Langkah ini diambil Walikota setelah mendengar saran dan masukan dari para tokoh masyarakat dan tokoh agama di kota Ambon.

Langkah penutupan ini sebelumnya sudah disosilaisasi oleh para pemangku kepentingan di lokalisasi itu, termasuk kepada Pekerja Seks Komerisl (PSK). Langka walikota ini memang didukung penuh warga kota.

Walikota, Sabtu (19/10), pun sudah bertemu langsung dengan para PSK untuk menyampaikan langsung kebijakannya menutup tempat lokasilisasi itu.

Pertemuan Walikota ini dilakukan di pelataran Lokalisasi Tanjung Batumerah. Walikota didampangi tim kerja penutupan lokalisasi terbesar di Maluku itu.

Pertemuan itu lebih banyak mendengar keluhan penghuni lokalisasi Tanjung. Mereka ikhlas tempat kerjanya di tutup. Namun ada sisa masalah yang mesti dituntaskan mereka. Masalah ini bagi mereka sangat membebankan.

“ Kami masih memiliki tunggakan dan utang yang harus kami bayar. Kami harap supaya maslah kami ini harus juga menjadi pertimbangan pak Walikota,” ujar Koordinator Pekerja Seks Perempuan (PSP), yang tau mau menyebutkan namanya. (Qin)